KABAR MADURA | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep belum menetapkan lokasi khusus (lokus) penanganan stunting pada tahun ini. Meskipun Dinas Perikanan setempat sudah merencanakan untuk menyasar tiga lokus dari 15 desa yang tersebar se-Kabupaten Sumenep.
Kepala Dinas Perikanan Diskan Sumenep Agustiono Sulasno melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan dan Pemasaran Heru Faizal mengatakan, mengenai lokasinya masih butuh dikoordinasikan dengan semua pihak, termasuk dengan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep.
“Tidak semua desa yang masuk lokus stunting dapat dilakukan kegiatan Gemarikan 2025. Karena pada tahun ini anggarannya terbatas,” katanya, Minggu (19/01/2025).
Selain dikoordinasikan dengan OPD teknis, kata Heru, juga masih dikoordinasikan pada Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Nasional (Forikan) Sumenep. Saat ini masih proses koordinasi. Baru pada Maret atau Mei sudah ada keputusan mengenai lokus dan pelaksanaan kegiatan tersebut.
Heru menyebutkan, pada tahun ini, anggaran Gemarikan hanya sekitar Rp100 juta. Program gemarikan ini bertujuan untuk mencegah angka stunting di Sumenep.
“Ini salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan gizi, sehingga dapat membantu dalam pencegahan stunting,” ucap dia. (imd/din)





