KPM Bansos BPNT Sampang Mengaku Dipersulit Periksa Data SIKS-NG

News170 views

KABAR MADURA | Aktivis Madura Development Watch (MDW) menemukan fakta sulitnya pencairan bantuan sosial (bansos) program bantuan pangan non tunai (BPNT) di Sampang. Temuan itu setelah menerima aduan dari sejumlah keluarga penerima manfaat (KPM) bansos tersebut.

Salah satu temuan itu, kata aktivis MDW Buradi, ketika ada KPM ingin memeriksa datanya terkait BPNT di aplikasi sistem informasi kesejahteraan sosial-next generation (SIKS-NG) tidak dilayani secara maksimal oleh petugas Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Sampang.

“Terkesan aplikasi SIKS-NG ini dimonopoli oleh oknum dinsos yang diduga ingin melindungi mafia bansos di bawah ketiaknya,” ucap Buradi seusai audiensi di kantor Dinsos PPPA Sampang, Kamis (20/06/2024).

Menurut Buradi, penyaluran bantuan sosial (bansos) BPNT di Sampang belum tertib. Bahkan pelayanan yang diberikan oleh pihak bank penyalur juga dinilai belum optimal. Jika KPM ingin memverifikasi data dengan otoritas terkait, hal itu terbukti sulit

Dia juga meminta klarifikasi kepada pejabat BPNT, karenabelum jelas siapa yang mendukung program bantuan pangan nontunai tersebut.

JJS Kabar Madura

“Ketika kami bertanya kepada TKSK, yang awalnya menjadi pendamping BPNT, mereka mengatakan bahwa sudah tidak sebagai pendamping BPNT. Begitu pun ketika bertanya ke pendamping PKH, mereka juga mengatakan sedang diminta untuk fokus ke program PKH,” ungkap Buradi.

Kejelasan siapa pendamping BPNT tersebut dipertanyakan, karena masyarakat masih kebingungan tentang siapa yang mendampingi program BPNT tersebut.

Sementara, Kepala Dinsos PPPA Sampang, Edi Subinto justru mengaku tidak punya kewenangan terkait BPNT, bahkan mengaku meminta data bansos ke lembaga penyalur juga tidak diberikan. Hal itu diakui karena regulasi dari Kementerian Sosial (Kemensos).

“Kami akan mencari solusi untuk bisa memberikan pelayanan yang baik dan mudah terhadap KPM BPNT,” ngakunya.

Terkait pelayanan, kata Edi, petugas hanya melaporkan ke dirinya yang baik-baik saja. Jadi, jika ada pelayanan yang dikeluhkan, dia akan konfirmasi ke operator SIKS-NG.

“Terkait pelayanan ini menjadi tensi khusus, jadi kami akan konfirmasi ke Sugik sebagai operator SIKS-NG,” pungkasnya.

Pewarta: Imani

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *