KABAR MADURA | Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sampang mengkritik keterlibatan kelompok waria dalam ajang gerak jalan yang digelar untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia.
Keikutsertaan waria sebagai peserta gerak jalan tersebut dinilai tidak sesuai dengan norma agama maupun adat istiadat yang berlaku di masyarakat.
Wakil Katib Syuriah PCNU Sampang Kiai Rahmatullah menegaskan bahwa peringatan HUT RI seharusnya menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan, bukan justru menampilkan hal yang bertentangan dengan norma.
“Sejak tahun-tahun sebelumnya, para kiai sudah memberikan teguran agar kejadian serupa tidak terulang, namun kenyataannya fenomena tersebut juga terjadi tahun ini,” katanya, Selasa (2/9/2025).
Kiai Rahmatullah menilai, penampilan kelompok waria dengan seragam seksi dapat menimbulkan kesan seolah perilaku tersebut wajar dan dibenarkan oleh norma agama maupun adat.
“Penampilan kelompok waria disaksikan oleh masyarakat luas, termasuk juga anak-anak di bawah umur. Khawatir apa yang disaksikan mereka dianggap benar dalam norma agama termasuk dalam kehidupan sosial,” imbuhnya.
Menurutnya, normalisasi perilaku yang bertentangan dengan norma agama merupakan ancaman serius bagi generasi muda.
“Jika masyarakat menganggap lumrah, tidak menutup kemungkinan generasi muda akan meniru dan perbuatan menyimpang akan semakin marak terjadi,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disporabudpar Sampang, Isma Ulfah, hingga berita ini diterbitkan belum memberikan tanggapan. (yan/din)





