KABAR MADURA | Kuota petugas haji tahun ini mendapatkan alokasi tambahan dari Pemerintahan Arab Saudi.
Penambahan kuota itu dihasilkan setelah Kementerian Agama RI meminta tambahan kuota petugas haji.
“Alhamdulillah, permintaan kita sudah dipenuhi Arab Saudi. Tambahan kuota petugas haji sudah masuk e-Hajj,” terang Menag Nasaruddin Umar dikutip dari website resmi https://kemenag.go.id.
Awalnya, kuota petugas haji Indonesia hanya satu persen dari total kuota Jemaah haji (221.000).
Namun, setelah dilakukan permintaan tambahan kuota, petugas haji mendapat tambahan satu persen lagi atau 2.210.
Menurut Nasarudin, tambahan petugas haji tersebut sangat penting dalam memberikan layanan dan membantu jamaah, yang secara tidak langsung akan ikut membantu petugas Saudi dalam menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji.
Sementara itu, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief menambahkan, tambahan petugas haji itu akan segera didistribusikan pada pos-pos layanan yang dibutuhkan.
Saat ini, pihaknya telah mengumumkan hasil seleksi petugas haji berdasarkan kuota awal. Untuk proses bimteknya, Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi akan dilakukan dari 14-20 April 2025.
“Petugas yang masuk kuota tambahan ini akan segera kita proses agar mereka juga bisa segera mengikuti Bimtek Petugas Haji,” ungkapnya.(nur)





