KABAR MADURA | Pada laga Madura United vs Persis Solo, situasi yang semula berjalan normal berubah ricuh. Itu terjadi setelah sejumlah aksi provokatif dilakukan oleh oknum suporter tim tamu.
Sejak gol pertama, sudah terjadi pelemparan ke arah pemain Madura United yang sedang melakukan pemanasan di tepi lapangan, hanya saja pelemparannya masih tidak masif.
“Memasuki proses pemeriksaan VAR untuk gol kedua, saya menyaksikan langsung sejumlah suporter Persis Solo mulai melempar botol minuman ke arah tribun suporter Madura United, yang sedang meneriakkan harapan agar gol tersebut dianulir,” ujar Zia Ul Haq selaku Komisaris PT PBMB.
PBMB merupakan singkatan dari Polana Bola Madura Bersatu. Ia yang jadi payung hukum Madura United FC.
Salah satu lemparan mengenai kepala Hendra Zulkarnain, salah seorang wartawan senior asal Pamekasan, yang hadir menggunakan kursi roda di tribun disabilitas VIP Selatan.
“Saat itu, saya kebetulan sedang berada di dekat beliau untuk memberikan dukungan secara langsung dan bersama rekan-rekan media senior lainnya, seperti Tabri S Munir yang sekarang menjabat sebagai Anggota DPRD Pamekasan, naasnya, kami terkena lemparan botol tersebut,” ungkapnya.
Pada awalnya, Zia tidak mau turun ke lapangan karena tidak memakai ID Card dan sedang menemani keluarga nonton bersama anak-anak. Namun dengan adanya insiden tersebut, Zia secara spontan meminta para suporter untuk menghentikan pelemparan dan kembali ke tempat masing-masing.
“Saya turun ke bawah didampingi Ferdy selaku Media Officer Madura United dan Bryan selaku Media Officer Persis solo untuk menenangkan situasi tersebut,” terangnya.
Namun, justru Zia menjadi sasaran lemparan berikutnya hingga mengenai punggungnya. Mereka melempari botol, batu, puntung rokok sembari mengatakan rasis kepada Zia.
“Manusia Mexico lah, penjual sate kampungan lah, Madura anjing lah, dan lain sebagainya. Situasi ini kemudian memicu reaksi dari sebagian suporter Madura United yang membalas lemparan tersebut, hingga akhirnya lemparan juga mengarah ke area tribun media dan mengenai rekan-rekan wartawan lainnya,” kata Zia.
Tiga hari sebelum pertandingan, manajemen bersama perwakilan seluruh elemen suporter Madura sudah sepakat untuk tidak menghadirkan suporter Persis Solo di Pamekasan. Itu demi menjaga keamanan dan sudah disampaikan pula kepada perwakilan suporter Solo.
“Namun, pada hari pertandingan, sepuluh bus lebih suporter tim tamu tetap datang. Pelemparan tersebut juga masih berlanjut hingga keluar lapangan,” ungkapnya.
Atas insiden itu, Madura United akan segera melaporkan secara resmi kejadian tersebut kepada PT Liga Indonesia Baru untuk ditindaklanjuti sesuai regulasi yang berlaku. (rul/nam)






