KABAR MADURA | Layanan pengaduan konsumen secara digital masih kurang diminati oleh masyarakat. Indikasinya, aktivitas pengaduan melalui inovasi Madu Koncer (Masyarakat Peduli, Konsumen Cerdas), website khusus pengaduan konsumen di Pamekasan itu sejak awal diluncurkan hingga sekarang sepi pengakses.
Kepala Bilang (Kabid) Pembinaan dan Pengawasan Konsumen Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Raihan Akbar mengatakan, sepanjang 2024 tidak ada pengaduan melalui website Madu Koncer.
“Kalau dari website-nya tidak bermasalah. Sekarang tetap aktif, hanya saja memang minim peminat,” terangnya, Rabu (9/10/2024).
Padahal, menurut Raihan, pengaduan melalui website terbilang lebih efektif. Namun, karena dianggap terlalu ribet, masyarakat enggan menggunakannya. Reihan menyebut, pihaknya sudah intens melakukan sosialisasi terkait keberadaan layanan Madu Koncer sekaligus tata cara penggunaannya yang cukup mudah.
Kendati minim pengaduan, lanjut Raihan, pihaknya tetap melakukan pengawasan ke sejumlah pasar ataupun toko. Pengawasan itu dilakukan untuk mencegah beredarnya produk yang sudah tidak layak konsumsi, baik karena kedaluarsa, kemasan rusak, tidak tercantum tanggal produksi dan lainnya.
Disebutkan, anggaran pengawasan tahun ini senilai Rp40 juta. Diharapkan Raihan, pengawasan tahun ini bisa lebih optimal dari sebelumnya. Selain itu, juga diharapkan masyarakat bisa melakukan pengaduan apabila ditemukan produk yang dibeli tidak layak konsumsi.
“Pengaduan secara manual pun, minim juga. Tapi ada, tidak seperti yang Madu Koncer. Tahun ini masih ada satu pengaduan secara langsung atau manual,” tutupnya kepada Kabar Madura. (nur/zul)





