Legislator Sumenep Minta Pemkab Hidupkan 738 Koperasi Mati

News82 views

KABAR MADURAMasalah banyaknya koperasi mandek di Sumenep pada tahun 2023 sulit teratasi.

Pada 2024 ini,  anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep Juhari menekankan agar pada tahun 2024 dapat dibenahi.

Dikatakan, perkembangan suatu koperasi tidak hanya terletak pada pengurus dan pengawasnya saja, tetapi juga partisipasi anggota koperasi juga ikut aktif, terlebih organisasi perangkat daerah (OPD) terkait perlu intens memberikan penyadaran atas pentingnya koperasi.

“Banyak mandeknya koperasi ini perlu segera dilakukan pembenahan, tahun ini harus banyak yang aktif,” katanya, Senin (1/1/2023).

Politisi Partai Persatuan Pembangun (PPP) itu menekankan agar koperasi di Sumenep lebih banyak, sehingga menjadi pilar penggerak ekonomi kemasyarakatan. Harapannya, dapat merambah sampai kepada masyarakat dengan tingkat sosial ekonomi rendah.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

“Koperasi dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sehingga perlu diseriusi agar yang tidak aktif menjadi aktif,” paparnya.

Dia menawarkan solusi agar OPD melakukan gerakan-gerakan baru. Caranya,  bekerja sama dengan pihak desa dan melakukan sosialisasi tentang pentingnya koperasi, nantinya juga mendatangi koperasi yang yang mandek.

“Ini langkah awal, agar koperasi yang banyak tidak aktif alias mandek dapat dihidupkan kembali, artinya OPD bukan diam saja,” pinta Juhari.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perizinan, Kelembagaan, Pengawasan dan Pemeriksaan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Sumenep Yuliyana mengaku akan melakukan berbagai upaya untuk mengaktifkan koperasi yang mandek. Salah satu upayanya melakukan peringatan pada seluruh pihak koperasi untuk segera mengaktifkan koperasi yang mandek.

“Tahun 2023 hanya melakukan sosialisasi sebagian saja, untuk saat ini diupayakan menyeluruh, utamanya koperasi yang tidak aktif,” ucap Yuliyana.

Dia mengakui sangat sulit mengaktifkan koperasi koperasi yang mandek. Alasannya, banyak yang nakal dengan tidak mau melaksanakan rapat anggota tahunan (RAT). Pada saat dilakukan kunjungan pada salah satu koperasi, dia beralasan mau mengaktifkan, kenyataannya tidak dilakukan.

“Pada tahun 2023 saja terakhir ada penambahan di daerah kepulauan 1 koperasi saja,” tegas dia.

Diketahui, ada sebanyak 1.541 koperasi di Sumenep. Koperasi  aktif sebanyak 803 unit dan yang tidak aktif sebanyak 738 unit koperasi.

Pewarta: Imam Mahdi

Redaktur: Wawan A. Husna

 

 

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *