KABAR MADURA –Masalah banyaknya koperasi mandek di Sumenep pada tahun 2023 sulit teratasi.
Pada 2024 ini, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep Juhari menekankan agar pada tahun 2024 dapat dibenahi.
Dikatakan, perkembangan suatu koperasi tidak hanya terletak pada pengurus dan pengawasnya saja, tetapi juga partisipasi anggota koperasi juga ikut aktif, terlebih organisasi perangkat daerah (OPD) terkait perlu intens memberikan penyadaran atas pentingnya koperasi.
“Banyak mandeknya koperasi ini perlu segera dilakukan pembenahan, tahun ini harus banyak yang aktif,” katanya, Senin (1/1/2023).
Politisi Partai Persatuan Pembangun (PPP) itu menekankan agar koperasi di Sumenep lebih banyak, sehingga menjadi pilar penggerak ekonomi kemasyarakatan. Harapannya, dapat merambah sampai kepada masyarakat dengan tingkat sosial ekonomi rendah.
“Koperasi dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sehingga perlu diseriusi agar yang tidak aktif menjadi aktif,” paparnya.
Dia menawarkan solusi agar OPD melakukan gerakan-gerakan baru. Caranya, bekerja sama dengan pihak desa dan melakukan sosialisasi tentang pentingnya koperasi, nantinya juga mendatangi koperasi yang yang mandek.
“Ini langkah awal, agar koperasi yang banyak tidak aktif alias mandek dapat dihidupkan kembali, artinya OPD bukan diam saja,” pinta Juhari.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perizinan, Kelembagaan, Pengawasan dan Pemeriksaan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Sumenep Yuliyana mengaku akan melakukan berbagai upaya untuk mengaktifkan koperasi yang mandek. Salah satu upayanya melakukan peringatan pada seluruh pihak koperasi untuk segera mengaktifkan koperasi yang mandek.
“Tahun 2023 hanya melakukan sosialisasi sebagian saja, untuk saat ini diupayakan menyeluruh, utamanya koperasi yang tidak aktif,” ucap Yuliyana.
Dia mengakui sangat sulit mengaktifkan koperasi koperasi yang mandek. Alasannya, banyak yang nakal dengan tidak mau melaksanakan rapat anggota tahunan (RAT). Pada saat dilakukan kunjungan pada salah satu koperasi, dia beralasan mau mengaktifkan, kenyataannya tidak dilakukan.
“Pada tahun 2023 saja terakhir ada penambahan di daerah kepulauan 1 koperasi saja,” tegas dia.
Diketahui, ada sebanyak 1.541 koperasi di Sumenep. Koperasi aktif sebanyak 803 unit dan yang tidak aktif sebanyak 738 unit koperasi.
Pewarta: Imam Mahdi
Redaktur: Wawan A. Husna





