KABAR MADURA | Madura United tengah berada dalam tekanan berat di kompetisi Super League 2025/2026. Laskar Sape Kerrab kini terpuruk di zona degradasi, tepatnya di posisi ke-16 klasemen sementara dengan koleksi 20 poin.
Perolehan itu didapat dari empat kemenangan, 8 hasil imbang, dan 13 laga tanpa kemenangan. Jumlah poin Madura United sebenarnya setara dengan Persis Solo. Namun, Lulinha cs kalah dalam rekor head to head sehingga harus berada di bawah.
Situasi kian mengkhawatirkan karena posisi Madura United belum sepenuhnya aman dari kejaran tim di bawahnya. Semen Padang yang berada di peringkat ke-17 memiliki poin yang sama, sementara PSBS Biak hanya terpaut dua angka.
Dengan 9 pertandingan tersisa, Madura United bertekad bangkit untuk keluar dari zona merah. Manajemen pun mulai mengambil langkah strategis, termasuk pembaruan di posisi pelatih kepala.
Manajer Madura United Umar A. Wachdin mengungkapkan, pihaknya sempat hampir mencapai kesepakatan dengan pelatih asal Brasil, Joel Cornelli, sebagai pengganti Carlos Parreira. Namun, rencana tersebut batal terealisasi.
“Sementara Coach RB yang pimpin latihan. Tapi, misi besar kami jelas, mau bangkit di sisa laga ini. Itu sudah jadi atensi dari presiden klub kami, Achsanul Qosasi,” jelasnya, Senin (30/3/2026).
Di sisi lain, Presiden Madura United Achsanul Qosasi menegaskan pentingnya kekompakan tim untuk melewati situasi sulit ini. Dia berharap seluruh elemen tim bisa bersatu demi menjaga asa bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
“Sepakbola adalah tentang tim, bukan individu. Bersama-sama kita kuat, terpecah kita lemah. Ayo bangkit bersama. Jika kami takut mengambil peluang, kesempatan akan terbuang. Jika kami berani mengambil kesempatan, peluang akan terwujud,” tegas pria yang akrab disapa Prof. AQ itu.
Pada sisa kompetisi, Madura United akan menghadapi lawan-lawan tangguh, mulai dari Borneo FC, Persik Kediri, Persebaya Surabaya, Dewa United FC, Semen Padang, Bali United FC, Bhayangkara FC, PSIM Yogyakarta, hingga PSM Makassar.
Rangkaian laga itu akan menjadi penentu nasib Madura United. Jika mampu memaksimalkan peluang, bukan tidak mungkin Laskar Sape Kerrab keluar dari zona degradasi dan tetap berlaga di Super League musim depan. (nur/zul)






