KABAR MADURA | Gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jatim 2025 menjadi kesan tersendiri bagi Rohimatul Maisyaroh. Dara kelahiran 2004 itu merupakan atlet berprestasi dari cabang olahraga Hapkido, seni bela diri Korea yang menggabungkan teknik pukulan, tendangan, kuncian, bantingan, dan latihan senjata.
SAFIRA NUR LAILY, PAMEKASAN
Maisyaroh berhasil menyumbangkan medali perunggu pertama di ajang Porprov IX Jatim 2025 tersebut untuk Pamekasan di cabor Hapkido.
Gadis yang akrab disapa Maisyaroh itu tidak menyangka bakal mendapat medali di Porprov Jatim 2025. Pasalnya, persiapan menuju laga tersebut cukup mepet.
Di Pamekasan, cabor Hapkido baru terbentuk tiga bulan lalu. Itu artinya, dia hanya memiliki waktu tiga bulan untuk mengoptimalkan latihan. Namun, berkat kegigihannya berlatih, dia dan tiga kawan lainnya berhasil bawa pulang medali untuk kota Gerbang Salam.
“Karir awal sebagai atlet di pencak silat. Dari tahun 2018, kelas 2 SMP,” ungkap peraih juara 1 kelas C Putri IPSI Kabupaten Pamekasan 2022 itu.
Perjuangan gadis asal Desa Bendungan, Kecamatan Pakong tersebut untuk mendapatkan medali tidak mudah. Dirinya harus disiplin waktu saat latihan. Menurut Maisyaroh, setiap pagi dia harus melakukan jogging selama 50 menit dan dilanjutkan latihan teknik saat sore hari.
Bahkan, mahasiswa jurusan teknik informatika Universitas Islam Madura (UIM) itu sempat mengalami kejadian yang tidak mengenakkan saat detik-detik akhir pertandingan di porprov. Saat itu, tulang rusuknya terkena hantaman lawan yang cukup keras.
Kejadian serupa tidak hanya terjadi saat porprov, beberapa di kejuaraan lain yang dia ikuti juga pernah sampai cedera. Namun, Maisyaroh memilih untuk tidak berhenti.
“Di detik-detik pertandingan, kami sama-sama ingin mengamankan poin. Nahasnya, rusuk saya kena tendang dan seketika sakit,” jelas anak kedua dari empat bersaudara itu.
Bagi Maisyaroh, perolehan medalinya tidak pernah lepas dari hasil kerja kerasnya selama ini. Selain itu, juga berkat bimbingan dari pelatih dan support dari keluarga serta rekan-rekan atlet lainnya.
“Target ke depan tentu mendapat raihan yang lebih maksimal. Karena bagi atlet, target harus berkembang. Saat ini medali perunggu, ke depan perak, bahkan emas,” tutup atlet besutan Ahmad Mahfud tersebut. (din)





