KABAR MADURA | Manajemen Madura United kecewa berat dengan pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Kekecewaan ini muncul setelah upaya penyembuhan salah satu pemain Madura United, Luis Marcelo Morais dos Reis atau Lulinha, terhambat persetujuan dari BPJS Ketenagakerjaan.
“Kami sangat kecewa berat terhadap pelayanan BPJSTK. Pelayanan yang sangat lambat dan seakan mempersulit pasien untuk segera berobat,” ujar Manajer Madura United Umar A Wachdin, Rabu (30/4/2025).
Akibat ulah BPJS Ketenagakerjaan itu, Madura United terancam kehilangan pemain andalannya dalam pertandingan sisa Liga 1 2024/2025. Terdekat, Laskar Sape Kerrab akan bertandang ke markas Semen Padang, Minggu (4/5/2025).
“Cedera Lulinha hingga saat ini masih belum mendapatkan pelayanan maksimal,” imbuh Umar.
Pemain asal Brasil itu mengalami cedera saat Madura United melawan Arema FC, Kamis lalu (24/4/2025). Lulinha harus ditarik keluar sebelum babak pertama berakhir.
Sejatinya, kata Umar, Lulinha sudah mendapatkan surat rekomendasi dari dokter ortopedi untuk dilakukan magnetic resonance imaging (MRI). Akan tetapi, BPJS Ketenagakerjaan tidak memberikan lampu hijau.
“Kami sudah langsung mencoba untuk melakukan segera di salah satu rumah sakit Surabaya. Tapi, rencana tersebut tidak disetujui oleh pihak BPJS ketenagakerjaan,” tegasnya.
Menurut Umar, cedera pemain itu harus segera dilakukan tindakan, sebab akan berpengaruh pada performa tim. Apalagi Madura United saat ini tengah berjuang untuk lepas dari zona degradasi.
“Kami ini klub sepak bola, cedera adalah urgensi bagi kami dalam upaya penanganan, mengapa lambat dan dipersulit,” kesalnya. (nur/zul)





