KABAR MADURA | Mas Irul. Begitulah panggilan akrab M. Khairul Umam. Dia dikenal sebagai wartawan dengan pola komunikasi elegan, sehingga mampu mempersatukan wartawan di Kabupaten Pamekasan.
Saat tahun lalu terjadi polemik RUU Penyiaran, Mas Irul memfasilitasi wartawan menggelar aksi demonstrasi. Bahkan, sampai bergerak ke Gedung Senayan dan Dewan Pers.
Terbaru, Mas Irul bergerak taktis dalam menyikapi dugaan intimidasi wartawan yang menimpa Humaidi, wartawan Jawa Pos Radar Situbondo.
Mas Irul mengundang dan menjamu wartawan di Pamekasan untuk bertemu di Kafe Hooki, Sabtu (2/8/2025). Di bawah komandonya, para wartawan sepakat untuk menggelar aksi demonstrasi.
Semula demonstrasi akan dilangsungkan pada Senin pagi (4/8/2025). Berhubung pimpian Jawa Pos Radar Madura ada rapat pimpinan di Bangkalan, akhirnya demonstrasi ditunda ke hari berikutnya.
Rupanya, di bawah komando Mas Irul dan pimpinan JPRM Moh Ali Muhsin, para wartawan tidak hanya menggelar aksi di area Arek Lancor. Tapi, juga menindaklanjutinya ke kantor Bakorwil IV.
Mereka mengutuk tindakan Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, yang diduga bersikap arogan terhadap wartawan JPRS Humaidi.
Sekretaris Bakorwil Muhyi menyambut hangat kedatangan wartawan. Dia juga berjanji akan menyampaikan empat aspirasi wartawan ke Gubernur Jatim.
“Pertama, menuntut Bupati Rio meminta maaf secara terbuka kepada wartawan se-Jatim,” tegas Mas Irul.
Kedua, tambahnya, Gubernur Jatim mengeluarkan Surat Edaran agar bupati/wali kota mematuhi Undang-Undang Pers.
Ketiga, meminta Gubernur agar menegur keras Bupati Rio atas sikapnya terhadap wartawan.
“Keempat, Gubernur mendorong proses hukum kekerasan terhadap Humaidi dijalankan dengan sebaik-baiknya,” tukasnya. (rul/zul)





