PAD di Pamekasan Naik, Legislatif Sebut Butuh Pendalaman Potensi

Berita30 views

KABAR MADURA | Angka Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pamekasan masih bersifat dinamis. Meskipun dalam dokumen tersebut terlihat mengalami kenaikan signifikan setiap tahun selama lima tahun ke depan, namun angka tersebut belum bersifat final.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Pamekasan, Sigit Priyono. Menurutnya, angka PAD dalam RPJMD masih dapat mengalami koreksi dari berbagai pihak, mengingat saat ini masih dalam proses pembahasan oleh Panitia Khusus (Pansus) RPJMD Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan.

Selain itu, dokumen tersebut juga masih harus disinkronkan dengan RPJMD Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Baca Juga:  LKPj Sumenep 2025 Disorot DPRD, Pemerataan Pembangunan Kepulauan Jadi Catatan

“Jadi kaitannya dengan angka itu masih dinamis, termasuk dengan target-target itu masih dinamis,” paparnya, Rabu (5/7/2025).

Sebagai informasi, target PAD tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp351,5 miliar. Kemudian naik menjadi Rp392,4 miliar pada 2026, Rp559,2 miliar di 2027, Rp759,6 miliar di 2028, Rp776,3 miliar di 2029, dan ditargetkan mencapai Rp795,6 miliar pada 2030.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

“Jadi angka-angka itu masih berproses dalam diskusi, kami nanti akan sampaikan kalau sudah final,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Pansus RPJMD DPRD Pamekasan, Tabri S Munir, menyampaikan bahwa tren peningkatan PAD dari tahun ke tahun merupakan hal yang positif. Ia mencontohkan, dari rata-rata PAD sekitar Rp350 miliar dalam lima tahun terakhir, ditargetkan meningkat menjadi Rp790 miliar ke depan.

Baca Juga:  Sumenep Genjot PAD Lewat Transaksi Elektronik, DPRD Bidik Transparansi

Namun demikian, pihaknya masih akan melakukan pendalaman bersama eksekutif agar target tersebut benar-benar rasional berdasarkan perencanaan yang dibuat.

“Kami bersama eksekutif masih akan mendalami potensi Pendapatan Asli Daerah terhadap proyeksi pendapatan dalam RPJMD. Pendalaman itu penting, karena melihat tren target PAD setiap tahunnya hingga tahun 2030 naik signifikan hingga kenaikan 100 persen,” tuturnya. (rul/ong)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *