Mendonca, Kokoh dan Produktif!

KABAR MADURA| Madura United rasanya tidak salah memilih bek asing pada awal musim 2025/2026. Nama Jorge Mendonca yang resmi didaratkan saat kompetisi sudah bergulir, kini menjelma menjadi pilar di jantung pertahanan Laskar Sape Kerrab.

Dia menjalani laga debutnya saat menghadapi Bali United pada 30 Agustus 2025. Sejak itu, pemain asal Brasil tersebut perlahan mengunci satu tempat di lini belakang. Hingga pekan ke-22 Super League 2025/2026, Mendonca telah tampil dalam 18 pertandingan dengan total 1.489 menit bermain, menjadi sosok yang nyaris tidak tergantikan.

Berduet dengan Pedro Monteiro, Mendonca menghadirkan kombinasi ketenangan, kekuatan fisik, dan dominasi duel udara. Dengan postur 1,94 meter, Mendonca bukan hanya kokoh dalam bertahan, tetapi juga ancaman nyata saat situasi bola mati.

Gol perdana Mendonca lahir saat menjamu Persijap Jepara di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) Pamekasan, 9 November 2025. Ketika Madura United tertinggal lebih dulu, dia muncul sebagai penyelamat lewat sundulan memanfaatkan sepak pojok pada akhir babak pertama. Gol itu menjadi titik balik kebangkitan Madura United hingga memenangkan pertandingan 2-1.

Baca Juga:  Madura United Pertahankan Riski Afrisal, Gio Numberi, dan Aji Kusuma untuk Musim 2026/2027

Ketajaman pemain yang pernah merumput di Divisi Ketiga Brasil itu kembali terlihat saat menghadapi Semen Padang. Dalam kemenangan telak 5-1 atas Kabau Sirah, Mendonca mencetak gol pada menit ke-14, menggandakan keunggulan menjadi 2-0 kala itu. Lagi-lagi lewat skema sundulan memanfaatkan umpan tendangan pojok.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Sementara gol ketiganya tercipta di kandang Persis Solo pada pekan ke-21 di Stadion Manahan. Dalam laga yang berakhir 2-2 itu, Mendonca sempat membawa Madura United unggul setelah memanfaatkan bola rebound di depan gawang menjadi gol. Tapi sayang, saat itu Laskar Sape Kerrab hanya mampu pulang dengan satu poin.

Yang paling dramatis gol keempatnya, saat menghadapi Arema FC di SGMRP Pamekasan, Sabtu malam (21/2/2026). Di penghujung waktu normal babak kedua, Mendonca kembali menunjukkan insting predatornya lewat sundulan tajam dari situasi sepak pojok. Gol itu bukan hanya menyelamatkan Madura United dari kekalahan, tetapi juga memutus tren kemenangan beruntun Singo Edan.

Baca Juga:  Kompetisi Berakhir, Presiden Madura United: Tidak Ada Kata Selamat Tinggal dalam Sepak Bola

Ketajaman Mendonca ini membuat publik Madura bernostalgia pada sosok Fabiano Beltrame. Bek berdarah Brasil itu pernah menjadi ikon pertahanan Madura United selama tiga musim.

Selama berseragam loreng merah putih, Fabiano mencetak 12 gol. Bahkan pada musim terakhirnya, dia mengoleksi 9 gol, tiga di antaranya dibukukan ke gawang Persib Bandung.

Kini, aroma yang sama terasa pada diri Mendonca. Selain produktif, dia memiliki ketenangan membaca permainan, keberanian dalam duel satu lawan satu, serta kemampuan mengorganisir lini belakang. Kehadirannya memberi rasa aman di jantung pertahanan.

Jika konsistensi ini terus terjaga, bukan tidak mungkin Mendonca akan mengikuti jejak atau bahkan melampaui warisan yang pernah ditinggalkan Fabiano Beltrame di Madura. (nur/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *