KABAR MADURA | Nasib Madura United di kompetisi Super League musim depan akan ditentukan pada laga terakhir menghadapi PSM Makassar. Laskar Kerrab wajib meraih tiga poin untuk bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Pertandingan krusial tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bangkalan pada Sabtu (23/5/2026).
Madura United masih bersaing ketat dengan Persis Solo dalam perebutan posisi aman di papan klasemen sementara. Selisih poin kedua tim hanya satu angka. Sehingga laga terakhir menjadi penentu tim yang akan menyusul PSBS Biak dan Semen Padang FC turun kasta.
Caretaker Pelatih Madura United Rakhmad Basuki menegaskan, timnya tidak akan menyerah meski berada dalam tekanan besar. Dia meyakini perjuangan tidak akan mengkhianati hasil.
“Saya tegaskan Madura United tidak akan menyerah pada situasi seperti sekarang. Kami akan bertarung sampai akhir. Apapun kondisinya, siapapun lawannya, kami tidak peduli,” tegas pelatih yang karib disapa Coach RB itu.
Sementara Persis Solo juga akan menjalani pertandingan penentuan menghadapi Persita Tangerang pada hari yang sama. Namun, Coach RB menegaskan bahwa Madura United tidak boleh bergantung pada hasil tim lain dan harus fokus berjuang dengan kekuatan sendiri.
Dia juga optimistis manajemen Madura United akan memberikan apresiasi khusus apabila tim berhasil bertahan di Super League musim depan.
“Reward dari manajemen pasti ada. Dan insya Allah, kami tidak akan pernah mengingkari manajemen,” imbuhnya.
Selain itu, dirinya mengaku belum memiliki nazar khusus apabila Laskar Sape Kerrab sukses lolos dari degradasi.
“Kalau dari saya pribadi, sampai detik ini belum ada nazar. Mungkin dalam beberapa masa persiapan ini, saya akan bernazar. Jika lolos, saya bernazar akan melakukan sesuatu,” ungkapnya.
Sedangkan Presiden Madura United Prof. Achsanul Qosasi menuturkan, Madura United sudah tidak memiliki pilihan lain selain meraih kemenangan pada laga terakhir itu agar tetap bisa melanjutkan kiprah di Super League musim depan.
“Bagi kita tidak ada pilihan lain. Lawan PSM nanti mutlak harus kita menangkan. Tidak pas kalau kita selalu bergantung kepada klub lain untuk selamat. Kita harus menentukan nasib di tangan kita sendiri,” ujarnya.
Musim ini menjadi salah satu periode terberat bagi Madura United. Dari total 33 pertandingan yang telah dijalani, Laskar Sape Kerrab hanya mampu meraih 8 kemenangan, 8 hasil imbang, dan menelan 17 kekalahan. Kondisi itu membuat nasib mereka baru akan ditentukan hingga pekan terakhir kompetisi. (nur/zul)






