HUT ke-14 Kabar Madura, Dirut IBS PKMKK: “Kabar Madura adalah Penjaga Cahaya dan Perawat Peradaban”

Berita, Headline11 views

KABAR MADURA | Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Kabar Madura mendapat apresiasi mendalam dari berbagai tokoh agama dan akademisi di Madura.

Salah satunya datang dari Direktur Utama IBS Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning (PKMKK) Pamekasan, Prof. Dr. KH. Achmad Muhlis.

Secara khusus, Ketua Senat UIN Madura itu melakukan kunjungan silaturahmi langsung ke Kantor Redaksi Kabar Madura di Jalan Raya Panglegur Nomor 10 KM 1, Pamekasan, Kamis (11/6/2026).

Kunjungan ini dimaksudkan untuk memberikan dukungan moral sekaligus mensyukuri konsistensi media yang berdiri pada 10 Juni 2012 itu.

Bukan Sekadar Usia, Tapi Jejak Pengabdian

Dalam kunjungannya, Prof. Achmad Muhlis menyampaikan bahwa usia 14 tahun bagi Kabar Madura bukanlah sekadar angka, melainkan sebuah rekam jejak dedikasi yang nyata dalam mencerahkan masyarakat.

“Empat belas tahun bukan sekadar hitungan usia bagi Kabar Madura, melainkan jejak pengabdian yang telah menorehkan cahaya di ruang-ruang kehidupan masyarakat,” ujar Prof. Achmad Muhlis.

Guru Besar Sosiologi Pendidikan Islam itu juga memberikan pujian dan dukungan penuh atas rangkaian kegiatan positif yang digelar Kabar Madura dalam menyambut hari jadinya tahun ini.

Beberapa agenda yang dinilai sangat edukatif dan menyentuh masyarakat antara lain Kabar Madura Goes to Campus (digelar di berbagai kampus se-Madura), Jalan Sehat Berhadiah Umrah, dan Khotmil Qur’an.

Baca Juga:  Korban Penipuan dan Pegadaian Syariah Pamekasan Sepakat Mediasi, 177 SBR Akan Diverifikasi Ulang

Media sebagai Jalan Dakwah dan Lentera Informasi

Di era gempuran informasi digital yang begitu cepat dan sering kali bias, Prof. Achmad Muhlis menilai Kabar Madura berhasil menjaga integritasnya. Media ini dinilai tetap istiqamah dalam menyuarakan kebenaran, pendidikan, serta kemaslahatan umat.

Bagi keluarga besar IBS PKMKK, eksistensi Kabar Madura sudah melampaui fungsi media massa konvensional. Kabar Madura selalu menggali hal positif dari segala yang tersentuh reportase wartawannya.

Di samping itu, Kabar Madura dipandang sebagai bagian dari jalan dakwah yang mempertemukan ilmu dengan kebijaksanaan, serta fakta dengan nilai.

Setiap produk jurnalistik yang mencerahkan dan membangun dari Kabar Madura juga dinilai sebagai amal kebajikan yang manfaatnya terus mengalir bagi pembaca.

“Semoga Kabar Madura senantiasa menjadi mata air inspirasi, menebarkan kebermanfaatan bagi masyarakat, serta terus menyalakan cahaya literasi, persaudaraan, dan peradaban untuk Madura yang lebih bermartabat dan berkemajuan,” pungkasnya penuh harap.

Kehadiran Kiai Muhlis disambut langsung oleh Ketua Panitia HUT ke-14 Kabar Madura, Khoyrul Umam Syarif.

Turut menyambut Kiai Muhlis ialah Direktur Utama Kabar Madura Hairul Anam, Pemimpin Redaksi Wawan Awalluddin Husna, HRD & Keuangan Feri Anggriawan, Redaktur Pelaksana Sule Sulaiman, Koordinator Liputan Syahid Mujtahidy, dan segenap karyawan yang bertugas di Pamekasan.

Baca Juga:  Cahaya Kembali di Bumi Madura! Presiden Klub Puji Kebangkitan Madura United usai Tekuk Persik

Tangguh Bertumbuh

Direktur Utama (Dirut) Kabar Madura Group Hairul Anam menjelaskan, tema HUT ke-14 tahun ini adalah “Tangguh Bertumbuh”. Tema itu dipilih karena dinilai merepresentasikan perjalanan dan semangat Kabar Madura dalam menghadapi berbagai dinamika dunia media.

Menurut Asesor UKW Dewan Pers satu-satunya dari Madura itu, kata tangguh mencerminkan kemampuan untuk bertahan di tengah tantangan dan tekanan yang terus berubah. Sedangkan bertumbuh dimaknai sebagai proses berkembang, belajar, berbenah, dan menjadi lebih matang dari waktu ke waktu.

“Secara harfiah, tangguh itu kuat, tahan banting, ulet, dan tidak mudah menyerah saat menghadapi masalah atau tekanan,” tegasnya.

Di sisi lain, Pemimpin Redaksi Kabar Madura Wawan Awalludin Husna menilai usia ke-14 tahun menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi Kabar Madura untuk terus menjaga kualitas jurnalistik dan memperkuat kedekatan dengan masyarakat.

Menurutnya, media tidak cukup hanya hadir sebagai penyampai informasi. Lebih dari itu, media juga harus mampu menjadi ruang edukasi, kontrol sosial, sekaligus jembatan bagi aspirasi masyarakat Madura.

“Semangat Tangguh Bertumbuh menjadi pengingat bagi kami untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan idealisme jurnalistik,” ujarnya. (nur/zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *