Pamekasan Kekurangan Dokter Hewan, 8 Orang Tangani 13 Kecamatan

News184 views

KABAR MADURA | Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan hanya memiliki 8 dokter hewan dan empat pusat kesehatan hewan di wilayahnya. Jumlah tersebut dinilai masih kurang untuk memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat, terutama bagi para peternak.

Plt Kepala DKPP Pamekasan Indah Kurnia Sulistiorini mengatakan, dengan populasi peternak mencapai sekitar 193 ribu orang, idealnya setiap kecamatan memiliki minimal satu dokter hewan. Di Pamekasan terdapat 13 kecamatan, namun jumlah dokter hewan yang tersedia belum mencukupi kebutuhan tersebut.

“Idealnya, jumlah dokter hewan yang kami butuhkan minimal ada satu dokter di setiap kecamatan,” ungkapnya, Selasa (18/3/2025)

Meski telah mengusulkan penambahan dokter hewan sejak 2024, hingga saat ini belum ada kepastian terkait penambahan tenaga medis yang telah diajukan. Akibatnya, DKPP Pamekasan hanya bisa memaksimalkan 8 dokter hewan dengan membagi wilayah kerja ke dalam empat Puskeswan.

Baca Juga:  Anggaran Seret, Petani Tembakau Pamekasan Tanpa Bantuan Bibit dari APBD 2026

Rinciannya, yaitu Puskeswan Waru bertanggung jawab terhadap Kecamatan Pasean dan Batumarmar, Puskeswan Pakong meliputi Pegantenan dan Palengaan, Puskeswan Galis mencakup Kecamatan Larangan, Kadur, dan Pademawu. Kemudian Puskeswan Pamekasan meliputi Kecamatan Proppo dan Tlanakan.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

“Meskipun sudah dipetakan sesuai kebutuhan wilayah, namun pelayanannya tetap tidak maksimal,” tambahnya.

Selama ini, Indah memaparkan, ada banyak kendala yang sering terjadi di lapangan, termasuk lambatnya penanganan penyakit hewan, seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sering kali menyebabkan kerugian ekonomi bagi masyarakat.

Baca Juga:  Petani Pertanyakan Tambahan Biaya Pupuk Bersubsidi di Luar HET

Dia berharap agar pemerintah segera mengabulkan usulan penambahan dokter hewan, sehingga pelayanan kesehatan hewan di Pamekasan dapat lebih optimal. Selain itu, Indah juga mengajak masyarakat untuk lebih proaktif dalam menghadapi penyakit ternak dan bekerja sama dengan DKPP untuk solusi terbaik.

“Kendala kita yaitu kepanikan masyarakat yang langsung menjual hewan ternaknya, padahal masih bisa ditangani,” pungkasnya. (km62/din)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *