KABAR MADURA | Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan hanya memiliki 8 dokter hewan dan empat pusat kesehatan hewan di wilayahnya. Jumlah tersebut dinilai masih kurang untuk memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat, terutama bagi para peternak.
Plt Kepala DKPP Pamekasan Indah Kurnia Sulistiorini mengatakan, dengan populasi peternak mencapai sekitar 193 ribu orang, idealnya setiap kecamatan memiliki minimal satu dokter hewan. Di Pamekasan terdapat 13 kecamatan, namun jumlah dokter hewan yang tersedia belum mencukupi kebutuhan tersebut.
“Idealnya, jumlah dokter hewan yang kami butuhkan minimal ada satu dokter di setiap kecamatan,” ungkapnya, Selasa (18/3/2025)
Meski telah mengusulkan penambahan dokter hewan sejak 2024, hingga saat ini belum ada kepastian terkait penambahan tenaga medis yang telah diajukan. Akibatnya, DKPP Pamekasan hanya bisa memaksimalkan 8 dokter hewan dengan membagi wilayah kerja ke dalam empat Puskeswan.
Rinciannya, yaitu Puskeswan Waru bertanggung jawab terhadap Kecamatan Pasean dan Batumarmar, Puskeswan Pakong meliputi Pegantenan dan Palengaan, Puskeswan Galis mencakup Kecamatan Larangan, Kadur, dan Pademawu. Kemudian Puskeswan Pamekasan meliputi Kecamatan Proppo dan Tlanakan.
“Meskipun sudah dipetakan sesuai kebutuhan wilayah, namun pelayanannya tetap tidak maksimal,” tambahnya.
Selama ini, Indah memaparkan, ada banyak kendala yang sering terjadi di lapangan, termasuk lambatnya penanganan penyakit hewan, seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sering kali menyebabkan kerugian ekonomi bagi masyarakat.
Dia berharap agar pemerintah segera mengabulkan usulan penambahan dokter hewan, sehingga pelayanan kesehatan hewan di Pamekasan dapat lebih optimal. Selain itu, Indah juga mengajak masyarakat untuk lebih proaktif dalam menghadapi penyakit ternak dan bekerja sama dengan DKPP untuk solusi terbaik.
“Kendala kita yaitu kepanikan masyarakat yang langsung menjual hewan ternaknya, padahal masih bisa ditangani,” pungkasnya. (km62/din)





