KABAR MADURA | Tidak semua peserta pelatihan yang mengikuti program keterampilan kerja di Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Sampang akan mendapatkan bantuan modal. Hanya dua peserta, yakni kelompok perikanan dan kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang akan menerima bantuan berupa alat penunjang usaha.
Kepala Bidang (Kabid) Pelatihan dan Hubungan Industrial Disnaker Sampang Ervien Budi Jatmiko menjelaskan bahwa modal usaha yang diberikan bukan dalam bentuk uang tunai, melainkan berupa fasilitas perlengkapan usaha.
“Bantuan modal usaha ini berupa barang seperti benih ikan, mesin pengolah pakan ikan, dan alat-alat dapur untuk kelompok kegiatan UMKM,” ujarnya
Terdapat banyak peserta pelatihan yang diikuti oleh perorangan, seperti membuat kue, servis motor, desain grafis, hingga servis handphone.
Peserta yang mengikuti pelatihan secara perorangan akan memperoleh modal ilmu materi untuk bisa bersaing di dunia kerja. Sedangkan bagi peserta yang tergabung dalam kelompok, selain mendapatkan pelatihan, mereka juga akan berkesempatan memperoleh bantuan berupa modal alat penunjang usaha.
“Kami mencatat ada enam kelompok yang yang akan di ikuti pelatihan budidaya ikan, dan sepuluh kelompok yang akan diikuti peserta pelatihan UMKM,” jelasnya.
Pelatihan budidaya ikan awalnya merupakan program dari Dinas Perikanan Sampang, sementara pelatihan UMKM berasal dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). Namun, kedua pelatihan tersebut mengalami hambatan karena adanya regulasi baru yang mengatur batasan kewenangan masing-masing OPD tersebut.
“Kami hanya menjalankan, karena perencanaan dan sasarannya sudah jelas,” pungkasnya. (km90/sub/waw)





