KABAR MADURA | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang mengandalkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk memperkuat sektor pertanian. Keterbatasan anggaran daerah menjadi alasan utama sulitnya alokasi dana yang memadai bagi sektor yang menjadi tumpuan utama perekonomian masyarakat tersebut.
Kepala Bidang Perekonomian Setda Sampang Kustantinah menuturkan bahwa pertanian merupakan tulang punggung ekonomi di Sampang.
“Melemahnya perekonomian pada tahun lalu karena sektor pertanian sedang mengalami pelemahan,” katanya, Rabu (30/7/2025).
Kustantinah menjelaskan bahwa DBHCHT menjadi salah satu sumber pendapatan yang cukup besar dan dimanfaatkan secara maksimal untuk menopang berbagai program pertanian. Dukungan kepada para petani diwujudkan dalam bentuk bantuan sarana produksi dan alat pertanian.
“Kita telah memberikan dukungan terhadap petani dengan memberikan benih, pupuk, dan hand tractor, hingga sarpras pertanian, di mana semua anggarannya bersumber dari DBHCHT tahun ini,” paparnya.
Lebih lanjut, Kustantinah mengungkapkan bahwa pertanian masih menjadi sektor dominan dalam menyerap tenaga kerja di Sampang. Karena itu, ketika sektor ini terdampak anomali cuaca pada tahun sebelumnya, dampaknya terasa pada seluruh perekonomian daerah. Bahkan, ekonomi Sampang mengalami penurunan sebesar 1,3 persen pada 2024.
“Untuk tahun ini, belum bisa kita jelaskan apakah perekonomian mengalami kenaikan atau penurunan, tetapi yang jelas kami fokus melakukan upaya untuk memperkuat sektor pertanian,” pungkasnya. (yan/din)





