KABAR MADURA | Hingga April 2024, pendapatan tiga destinasi wisata yang dikelola Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Pamekasan hanya Rp19 juta dari target senilai Rp100 juta di tahun 2024 ini.
“Tahun ini target PAD pariwisata yang sudah ditetapkan pemerintah sebesar Rp100 juta, saat ini berdasarkan PAD yang masuk April lalu sebesar Rp19.331.800 atau 19,3 persen,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Disporapar Pamekasan Moh. Zahri.
Pendapatan dari retribusi wisata senilai Rp19 juta tersebut terhitung per 30 April 2024, atau setara dengan 19,3 persen dari total target.
Tiga destinasi wisata tersebut meliputi wisata Pantai Talang Siring, Ekowisata Mangrove, dan wisata Pantai Jumiang.
Zahri menjelaskan, rendahnya pendapatan retribusi tersebut karena beberapa faktor, di antaranya tutupnya wisata saat bulan Ramadan untuk proses perbaikan fasilitas, serta belum berlakunya harga tiket masuk yang baru sebesar Rp5 ribu per orang.
Akibatnya, pendapatan dari sektor wisata menjadi rendah dan perlu digenjot dengan program-program baru.
“Selama bulan Ramadan, tiga destinasi sempat tutup untuk perbaikan, apalagi saat itu tiket masuk yang digunakan merupakan tiket lama yaitu Rp2 ribu, sehingga mengurangi pendapatan PAD,” jelasnya
Kendati demikian, Zahri meyakini target tersebut akan terpenuhi selama satu tahun. Hal itu lantaran harga tiket baru sudah mulai diberlakukan serta sudah ada sebagian fasilitas yang diperbaiki, sehingga dapat menarik pengunjung wisata lebih banyak.
Selain itu, pihaknya mengaku akan segera memberlakukan pembayaran nontunai untuk setiap tiket wisata. Di samping dapat mencegah kebocoran, juga dapat mengurangi jumlah biaya cetak tiket masuk wisata.
“Salah satu langkah yang sudah kita lakukan, yaitu menaikkan tiket masuk destinasi wisata, memberikan anggaran perbaikan fasilitas dan sebentar lagi akan melakukan penerapan e-ticketing,” tandasnya.
Sementara itu, ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Imam Hosairi mengatakan, capaian retribusi yang hanya berkisar 19 persen, menunjukkan petugas dan pihak terkait tidak serius dalam mengelola wisata di daerahnya, pasalnya saat ini hampir masuk semester 2 tahun 2024.
Padahal, terdapat beberapa program yang dianggarkan oleh pemerintah, salah satunya untuk meningkatkan pendapatan sektor wisata, seperti duta wisata dan beberapa program lainnya.
Jika selama tahun 2024 belum ada dampak dan tidak memenuhi target, maka dia menilai program tersebut tidak perlu dilaksanakan kembali.
“Sekarang hampir masuk semester 2 tahun 2024, jika memang tidak ada perkembangan baik dari adanya program duta wisata, maka selanjutnya tidak perlu digelar kembali,” tegasnya
Pewarta: Moh. Farid
Redaktur: Wawan A. Husna





