KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Pengembangan perluasan tanah untuk tiga pusat layanan kesehatan masyarakat (Puskesmas) meliputi, Puskesmas Kadur, Bandaran dan Pademawu masih tahap pengadaan tanah. Serta pengadaan tanah untuk puskesmas yang direncanakan relokasi meliputi, Puskesmas Bulangan Haji dan Palengaan. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan dr. Saifuddin melalui Kepala Bidang (Kabid) Layanan Kesehatan Erlina, Selasa (31/10/2023).
Namun, relokasi Puskesmas Palengaan terancam gagal terlaksana tahun ini. Sebab belum menemukan tanah lengkap administrasi atau memiliki sertifikat. Bahkan membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk mengurus kelengkapan sertifikat tanah. Untuk saat ini mulai memproses penilaian jual beli lima tanah tersebut. Kemungkinan besar, akhir tahun ini pengadaan tanah untuk empat puskesmas tuntas. Terkecuali, lahan untuk Puskesmas Palengaan.
“Kami pastikan, satu pengadaan tanah tidak bisa diselesaikan tahun ini karena memang terkendala kelengkapan administrasi,” ujarnya kepada Kabar Madura.
Pihaknya menuturkan, anggaran yang disediakan untuk pengadaan tanah lima puskesmas Rp4,2 miliar bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun ini. Namun untuk kejelasan harga setiap lahan belum bisa dipastikan lantaran nilai harga setiap tanah belum ditentukan atau belum ada keputusan dari rekanan yang sudah melalui sistem penunjukan langsung (PL).
Sedangkan khusu tim pengadaan tanah dari berberapa organisasi perangkat daerah (OPD). Meliputi, Dinkes, Badan Pengelolaan Keuangan dan Pengembangan Daerah (BPKPD) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pamekasan. “Sampai saat ini masih tahapan, makanya kami belum bisa memastikan anggaran yang akan digunakan untuk pembelian setiap lahan tanah,” jelasnya.
Pewarta: Khoyrul Umam Syarif
Redaktur: Totok Iswanto





