KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Penataan ulang sejumlah perusahaan rokok (PR) perlu dilakukan. Terutama, PR yang tergabung pada program Sentra Industri Hasil Tembakau (SIHT). Sebab gedung yang saat ini masih tahap pembangunan diperkirakan hanya mampu menampung empat PR. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Basri Yulianto melalui Kepala Bidang (Kabid) Perindustrian Khoirul Qomar , Selasa (31/10/2023).
Menurutnya, saat ini sudah ada enam PR yang sudah tergabung. Sedangkan untuk tahapan pembangunannya akan tuntas akhir tahun 2023. Namun untuk pemanfaatan sejumlah fasilitas akan dioperasikan tahun 2024 mendatang. Kemungkinan besar, akan mengevaluasi sejumlah perusahaan rokok yang sudah bergabung ketika launching Emrio SIHT. Dengan demikian, akan memprioritaskan PR yang aktif memproduksi.
Pihaknya menuturkan, secara umum PR yang sudah tercakup ke Embrio SIHT memiliki koperasi. Namun sejauh ini, pengoperasiannya terkesan jalan di tempat. Sebab gedung produksi belum terbangun. “Nanti siapa yang lebih awal, maka perusahaan rokok itulah yang menempati gedung produksi,” tuturnya.
Ditegaskan, untuk 6 PR yang sudah tercakup pada Embrio SIHT meliputi, PR Garuda, PR Cahayaku, PR Walisongo, perusahaan rokok PR Pratama, PR Wahyu Brand, PR Bentar Alam Sejati. Secara umum, izin produksi dari 6 PR tersebut sudah keluar. Sehingga tinggal menunggu pembangunan gedung produksi tuntas.
“Jadi kami menunggu gedung ini selesai, kami akan kumpulkan lagi koperasinya, kalau izin di kawasan itu sudah semua, izin untuk PR yang akan menempati disana sudah include, IMB-nya sudah ada, izin lingkungannya sudah masuk, jadi nanti tinggal NPPBKC-nya saja,” tegasnya.
Pewarta: Khoyrul Umam Syarif
Redaktur: Totok Iswanto





