KABAR MADURA | Akan terus mengawal kesenian yang beretika dan sesuai regulasi agar tidak surut. Begitulah komitmen Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman.
Dari komitmen itulah, bupati total bergerak agar penyambutan kepulangan Valen, runner up Dangdut Academy (DA) 7, bisa meriah dan menghibur para fans-nya. Utamanya penggemar dari Pamekasan.
Keluarga Valen sempat akan menarik diri karena muncul pro-kontra. Nyaris saja Valen tidak jadi konser guna menghibur warga Pamekasan.
Bupati mencermati itu sebagai hal genting. Dia pun berinisiatif menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan melibatkan pengusaha.
Rakor berlangsung di Ruang VIP Rumah Dinas Bupati Pamekasan, Senin (29/12/2025) pukul 14.30 WIB. Hasilnya, sultan Madura H. Khairul Umam (Haji Her) mau memfasilitasi penuh penampilan Valen di Stadion Gelora Ratu Pamelingan Pamekasan, Kamis (1/1/2026) pukul 15.00 WIB.
Haji Her Gratiskan Tiket Konser Valen
Pengusaha tembakau Madura H. Khairul Umam (Haji Her) pasang badan untuk kehadiran Valen. Haji Her memastikan akan menyambut kedatangan juara 2 Dangdut Akademi (DA) 7 itu.
Owner Bawang Mas Group itu akan memfasilitasi penuh konser atau penampilan Valen. Dia melakukannya karena merasa sebagai orang tua yang harus merangkul para anak muda yang bertalenta dan telah mengharumkan nama Pamekasan di kancah nasional.
“Saya hanya melayani anak-anak muda yang butuh peran orang tua. Sekarang Valen akan pulang kampung. Dia sudah berprestasi. Semangat juangnya sangat tinggi,” ujar Haji Her, Selasa (30/12/2025) malam.
Menurut Haji Her, Valen DA 7 sudah dianggap telah mempersembahkan dan mengharumkan nama baik Madura. Sekarang anak muda dan masyarakat Madura cukup antusias dan menginginkan Valen DA 7 tasyakuran.
Menurut Ketua Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau se-Madura (P4TM) itu, antusiasme masyarakat Madura tidak boleh “dipotong”.
Kendati demikian, Haji Her berharap pemuda dan fans Valen tetap menjaga norma dan adat kesopanan. Baginya, Madura dikenal dengan budaya santri.
“Apa yang telah diimbau oleh ulama, oleh panutan kita, jangan sampai diabaikan! Itu pesan saya kepada terutama anak muda dan masyarakat secara keseluruhan,” tukasnya.
Sebelumnya, penyambutan Valen di Pamekasan diimbau harus memenuhi sejumlah syarat yang disepakati bersama ulama dan tokoh masyarakat. Pemerintah Kabupaten Pamekasan disebut tidak melarang kepulangan maupun penyambutan Valen, namun meminta seluruh rangkaian kegiatan mematuhi kesepakatan keagamaan dan kearifan lokal, termasuk 11 poin rekomendasi MUI terkait tata cara pentas hiburan.
Konsep penyambutan diarahkan agar bernuansa religius, tertib, dan tidak menimbulkan euforia berlebihan. Sejumlah ketentuan bahkan telah dibahas, mulai dari lokasi acara, penggunaan alat musik, jenis lagu yang dibawakan, hingga pemisahan penonton laki-laki dan perempuan. (rul/zul)





