KABAR MADURA | Perusahaan Rokok (PR) Cahaya Pro mendapat penghargaan Madura Awards 2025 Kategori Kontributor Cukai Tertinggi Industri Hasil Tembakau (IHT) 2025, Senin malam (29/12/2025).
Dalam acara tahunan yang dilangsungkan di Front One and Azana Style Hotel Pamekasan itu, penghargaan diterima langsung oleh Owner PR Cahaya Pro H. Fathor Rosi.
“Kami ingin menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh karyawan kami. Tanpa mereka kita tidak bisa sampai ke sini,” ujarnya.
Dijelaskan, kontribusi cukai IHT tahun 2025, PR Cahaya Pro tidak hanya tertinggi di Kabupaten Pamekasan. Namun, nomor satu se-Madura.
“Malam hari ini dengan proses panjang, saya sempat berdebat dengan teman-teman bahwa saya tidak mau (diganjar penghargaan, red). Qodarullah karena ada dari Bea Cukai bahwa itu memang hak Cahaya Pro, sehingga saya menerimanya,” ujar pria yang akrab disapa Haji Fathor itu.
Mumpung ada Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak di acara tersebut, Haji Fathor menegaskan agar disampaikan kepada Pemerintah Pusat agar Madura ini dibina.
“Karena Madura ini tinggal pembinaan saja Bapak. Insyaallah tidak malu-maluin. Madura itu lurus, tolong yang mengambil kebijakan di pusat itu tegak lurus saja,” ujarnya.
Seperti halnya yang telah disampaikan oleh Bupati Situbondo, Pemerintah Pusat jangan sampai membunuh industri tembakau. Tapi, tegas Haji Fathor, industri tembakau ini dibina supaya di Madura ke depannya lahir Cahaya Pro-Cahaya Pro yang lain.
“Tidak hanya Cahaya Pro yang ingin maju. Kita juga ingin maju bersama. Seperti kata Bapak Bupati Pamekasan ‘Bangkit Bersama, Sejahtera Berkualitas”. Cahaya Pro tidak ingin maju sendiri, tapi Cahaya Pro ingin maju bersama,” tegasnya.
Owner PR Cahaya Pro H. Fathor Rosi berharap para pemangku kebijakan terus hadir membina industri rokok lokal agar tetap kondusif dan berdaya saing. Menurutnya, peran pemerintah sangat penting dalam menciptakan iklim usaha yang sehat serta mendorong peningkatan ekonomi masyarakat Madura.
“Pemerintah harus hadir membina, bukan membinasakan. Industri rokok di Madura punya potensi besar, baik untuk serapan tenaga kerja maupun kesejahteraan petani tembakau. Jangan sampai Madura dicap sebagai sarang rokok ilegal,” tegasnya.
Sebagai tambahan informasi, PR Cahaya Pro tahun ini kembali menjadi perusahaan dengan jumlah buruh penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) terbanyak di Kabupaten Pamekasan tahun 2025.
Berdasarkan data Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan, dari 54 perusahaan yang terinventarisasi, sebanyak 418 buruh PR Cahaya Pro menerima BLT DBHCHT dari total 4.458 penerima yang diproyeksikan. (rul/zul)





