Perjalanan Karier Bek Muda Madura United Ferian Rizki: Berawal dari Bola Plastik 

Olahraga, Harmoni268 views

KABAR MADURA | Ferian Rizki Maulana mungkin bisa disebut sebagai salah satu bukti bahwa mimpi besar bisa lahir dari tempat sederhana. Perjalanannya menembus sepak bola profesional tidak datang dengan mudah dan instan. Berbeda dengan banyak pemain muda lainnya yang sudah ditempa sejak usia dini di sekolah sepak bola, Ferian justru baru benar-benar menekuni dunia sepak bola ketika duduk di bangku SMA.

SAFIRA NUR LAILY, PAMEKASAN

Pria kelahiran Banyuwangi, 18 Januari 2003 itu sama sekali tidak pernah merasakan atmosfer akademi sepak bola sejak kecil. Masa kecilnya dihabiskan dengan bermain bola plastik bersama teman sebaya di kampung, bahkan seringkali tanpa sepatu. Namun, justru dari kesederhanaan itulah tumbuh kecintaan pada sepak bola.

Ferian mulai menekuni latihan secara serius saat masuk kelas X SMA. Dia mengaku termotivasi oleh salah satu seniornya, Andi Firmansyah, yang membuatnya semakin yakin menapaki jalur ini. Tekadnya kian kuat, hingga ia konsisten menjalani latihan. Dari situlah pintu karier perlahan terbuka. Awalnya tampil di Liga 3, kemudian berlanjut ke ajang Elite Pro Academy (EPA) U20.

Baca Juga:  Away ke Padang, Madura United Keluhkan Kebugaran Pemain

Meski sempat minder karena teman-temannya sudah lebih dulu bermain di EPA, Ferian tidak menyerah. Kesabarannya berbuah hasil ketika dia mendapat kesempatan membela Dewa United di level senior.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

“Sempat minder dulu, karena melihat teman-teman saya sudah ada yang EPA duluan, sedangkan saya masih di Liga 3,” kenangnya.

Selama membela Dewa United, Ferian dipercaya turun di 17 pertandingan Liga 1. Dia mencatatkan satu gol dan mengantongi dua kartu kuning.

Perjalanan kariernya tidak berhenti di situ. Ferian akhirnya dilirik oleh Madura United dan resmi bergabung dengan klub berjuluk Laskar Sape Kerrab itu. Hingga kini, dia sudah mencatatkan lima kali penampilan dari tujuh pertandingan Madura United di Super League. Momen pertama kali mengenakan jersey Madura United menjadi pengalaman berkesan baginya.

Baca Juga:  Presiden Klub Madura United Beri Atensi Khusus Jelang Duel Penentuan Lawan PSM

Menurutnya, atmosfer Madura United bukan hanya soal permainan di lapangan, tetapi juga soal ikatan emosional antarpemain.

“Madura United punya sistem kekeluargaan yang sangat kuat dan kental dengan gotong royong,” ujarnya.

Ferrian menyadari, langkahnya menembus dunia profesional tidak lepas dari konsistensi, kerja keras, serta doa. Dia pun menatap masa depan dengan penuh optimisme.

“Target ke depan, semoga bisa berkontribusi lebih kepada tim. Syukur-syukur bisa membawa tim ke papan atas,” tutupnya dengan senyum penuh harapan. (zul)

 

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *