KABAR MADURA | Kontingen Sumenep kembali menghadapi kenyataan pahit dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025. Dari total 38 kontingen, Sumenep hanya mampu mengumpulkan 6 emas, 10 perak, dan 15 perunggu, dengan total 59 poin, dan tertahan di peringkat 31.
Catatan perolehan medali di Porprov Jawa Timur 2025 tersebut menempatkan Sumenep di posisi paling buncit dibandingkan tiga kabupaten lain di Madura. Sebagai perbandingan, Bangkalan menempati posisi ke-10 dengan 196 poin, disusul Pamekasan di peringkat 24 dengan 87 poin, serta Sampang di posisi 27 dengan 74 poin.
Padahal, sebelumnya Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep menargetkan perolehan 9 medali emas untuk tahun ini. Namun, target tersebut jauh meleset dari kenyataan.
Kepala Disbudporapar Sumenep Mohamad Iksan, yang sebelumnya menyebut target 9 emas sebagai hal yang “masuk akal”, hingga akhirnya mengakui membutuhkan evaluasi.
“Butuh evaluasi dan dukungan dari semua pihak,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua KONI Sumenep Abd. Kadir memang menargetkan capaian akhir kontingen Sumenep maksimal di angka 6 emas.
“Dari awal kami sudah realistis. Dengan kondisi fasilitas dan pendanaan seperti ini, kami hanya berani menargetkan 6 emas. Dan itu tercapai,” ungkap Kadir.
Dia menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran menjadi hambatan utama. dana porprov yang diajukan sebesar Rp1,3 miliar dan sempat ditambah menjadi Rp1,8 miliar tidak kunjung cair hingga mendekati pelaksanaan. Alhasil, KONI harus menggunakan dana hibah olahraga sebagai alternatif pendanaan darurat.
Kondisi infrastruktur olahraga juga tak luput dari sorotan. Gedung Olahraga (GOR) Sumenep sebagai pusat latihan atlet justru berada dalam keadaan memprihatinkan; atap bocor, lantai rusak, dan peralatan latihan sudah usang.
“Kalau mau prestasi tinggi, dukungannya juga harus tinggi. Fasilitas harus dibenahi, anggaran dipastikan. Jangan hanya berani pasang target tanpa lihat kondisi lapangan,” pungkas Abd Kadir. (ara/waw)





