KABAR MADURA | Presiden Madura United Achsanul Qosasi menegaskan pentingnya menjaga marwah sepak bola menjelang laga penentuan menghadapi PSM Makassar pada pekan terakhir Super League 2025/2026. Pertandingan itu akan berlangsung di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), Sabtu (23/5/2026).
Laga kontra PSM Makassar menjadi duel hidup mati bagi Laskar Sape Kerrab. Madura United wajib meraih kemenangan demi memastikan tetap bertahan di kompetisi Super League musim depan.
Menjelang pertandingan krusial itu, Prof. AQ meminta seluruh pihak menjaga sportivitas dan membiarkan sepak bola berjalan sebagaimana mestinya tanpa intervensi di luar lapangan.
“Biarkan sepak bola itu berjalan dengan caranya. Jika mengerahkan kekuatan di luar lapangan, akan merusak citra sepak bola itu sendiri,” tegasnya, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, kehadiran Madura United selama ini bukan sekadar klub sepak bola, melainkan simbol persatuan masyarakat Madura. Dia menyebut, sepak bola telah menjadi bahasa pemersatu bagi masyarakat Madura, baik yang berada di Pulau Madura maupun di perantauan.
“Lewat sepak bola, Madura seperti menemukan bahasa baru untuk berkata kepada Indonesia: kami ada, kami bersatu, kami punya kebanggaan, kami santun, kami tak seperti yang mereka pikirkan,” ungkapnya.
Prof. AQ juga menekankan makna besar di balik nama “United” yang melekat pada klub kebanggaan masyarakat Madura tersebut.
“Kata ‘United’ bukan hiasan nama. Ia adalah pesan. Ia adalah ikhtiar menyatukan empat kabupaten, menyatukan orang Madura di pulau dan di rantau, menyatukan mereka yang mungkin berbeda pilihan politik, berbeda kabupaten, berbeda latar sosial, tetapi kami bisa berdiri dalam satu sorak untuk Madura,” jelasnya.
Sebab itu, Prof. AQ menegaskan Madura United akan terus menghargai sepak bola secara utuh dan menjunjung tinggi nilai sportivitas di tengah persaingan kompetisi. (nur/zul)





