KABAR MADURA | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep resmi memperpanjang program imunisasi massal campak hingga 27 September 2025. Keputusan ini diambil lantaran capaian vaksinasi belum memenuhi target, sementara wabah campak sudah menelan korban jiwa sebanyak 20 anak.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan P2KB Sumenep, Achmad Syamsuri, mengungkapkan cakupan vaksinasi baru menyasar 61.392 anak, atau sekitar 83 persen dari total target 73.969 anak. Padahal, standar minimal yang ditetapkan dalam program Outbreak Response Immunization (ORI) adalah 90 persen.
“Capaian kami pada Sabtu kemarin baru 81,3 persen. Setelah koordinasi dengan Kemenkes RI, WHO, UNICEF, dan Universitas Airlangga, Sumenep diberi waktu tambahan dua minggu untuk menuntaskan target,” jelas Syamsuri.
Dia menambahkan, rendahnya partisipasi masyarakat di sejumlah desa menjadi tantangan utama. Masih ada warga yang ragu atau enggan mengimunisasi anaknya. Karena itu, strategi baru akan ditempuh dengan memperkuat kegiatan posyandu di minggu pertama, lalu melanjutkan penyisiran langsung (sweeping) ke rumah-rumah warga di minggu kedua.
“Beberapa desa memang partisipasinya masih minim. Maka kami akan menggandeng kepala desa, tokoh masyarakat, hingga kader posyandu untuk meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya vaksinasi campak,” tegasnya.
Seperti diketahui, KLB campak di Sumenep telah menyebabkan 20 anak meninggal dunia. Fakta ini membuat pemerintah daerah semakin serius mempercepat capaian vaksinasi agar penyebaran wabah bisa ditekan.
“Target yang diberikan kepada kami harus tercapai. Dengan tambahan waktu, kami berharap seluruh elemen masyarakat bisa berkolaborasi agar perlindungan anak-anak kita semakin kuat,” pungkas Syamsuri. (ara/waw)





