KABAR MADURA | Upaya memperluas akses internet di Madura kembali mendapat dorongan baru. PT. Poros Madura Bersatu (PMB) resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT. Prima Nala Mandiri, perusahaan penyedia layanan internet, di Kantor Pojur, Pamekasan, Jumat (24/10/2025) petang.
Direktur Utama (Dirut) PT. PMB As’adi Khas mengatakan, kemitraan ini akan menjadi langkah konkret dalam mempercepat pemerataan jaringan internet di Pulau Garam. Menurutnya, kerja sama itu membuka peluang bagi Madura untuk semakin maju dalam sektor teknologi.
“Kerja sama antar PT. Poros Madura Bersatu dengan PT. Prima Nala Mandiri ini suatu hal yang baru bagi kami untuk melakukan kerja sama bisnis dalam layanan jasa internet. Bismillah, kami optimis ke depan ini akan berjalan dan bisa memperbaiki layanan internet di Madura,” ujarnya.
Sementara itu, Zia Ul Haq, salah satu EXCO KUP Pojur, menilai kesepakatan ini tidak sekadar berorientasi pada bisnis semata. Lebih dari itu, langkah tersebut merupakan bentuk dukungan nyata terhadap visi Presiden RI Prabowo Subianto dalam mewujudkan kesetaraan dan pemerataan teknologi di seluruh pelosok negeri.
Pria yang akrab disapa Habib itu menegaskan pentingnya pemerataan akses teknologi bagi masyarakat daerah.
“Teknologi ini yang harus disampaikan ke daerah-daerah, jadi kami ingin mengembangkan, kami ingin menjalankan tugas sebenarnya, kami ingin membantu realisasi tugas negara,” tuturnya.
Di sisi lain, Direktur Marketing PT. Prima Nala Mandiri Deni Abidin menyebut kerja sama ini sebagai awal dari perjalanan besar menuju pemberdayaan berbasis digital. Dia berharap hasil kolaborasi tersebut mampu membawa dampak positif bagi masyarakat Madura.
“Mudah-mudahan kerja sama ini bisa membawa berkah, tidak hanya bagi warga tapi tentunya bagi Madura secara keseluruhan dan umumnya untuk merah putih ada di dada,” jelasnya.
Lebih lanjut, Abidin mengungkapkan, pihaknya akan memulai program pemberdayaan broadband yang tidak hanya berfokus pada konektivitas, tetapi juga pengembangan potensi lokal.
“Kami akan menggelar pemberdayaan broadband dengan tidak hanya menggelar konektivitas tetapi untuk lebih memaksimalkan potensi yang ada. Itu pertama di Indonesia, di Universitas Bahaudin Mudhary Madura,” tambahnya.
Menurut Abidin, apabila kolaborasi ini berjalan sukses dan memberi manfaat besar bagi masyarakat, maka kedua perusahaan akan memperluas kerja sama ke bidang lain yang dapat mendukung pembangunan daerah.
“Jika ini mendapat berkah, tentunya kami akan memperbesar lagi kerja sama dalam bentuk pemberdayaan seluruh potensi yang ada di daerah-daerah, salah satunya yaitu tempat kita bernafas, spektrum tempat kita berkomunikasi, dan connectivity itu akan menjadi semangat kita sama-sama, semangat untuk membangun daerah,” pungkasnya. (nur/zul)






