Puluhan Sapi di Sumenep Mati Akibat PMK

News145 views

KABAR MADURA | Peternak sapi di Kabupaten Sumenep diresahkan dengan munculnya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang kembali menyerang hewan mamalia ini. Akibat wabah ini, banyak pedagang sapi yang mengeluh karena harga penjualan sapi turun drastis.

Salah satu pedagang asal Kecamatan Pragaan Adi Irawan menyampaikan, harga sapi yang semula Rp8 juta, kini turun sekitar Rp4 juta. Turun sekitar 50 persen dari harga biasanya. “Yang paling kasihan itu masyarakat yang beternak sapi, ikut terkena dampaknya,” kata dia, Rabu (8/1/2025).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Chainur Rasyid menyampaikan, pihaknya sudah melakukan beberapa upaya untuk menanggulangi atau meminimalisir penyebaran wabah PMK.

“Salah satu upaya yang kami lakukan, yakni mengerahkan 39 petugas kesehatan hewan untuk bersiaga menangani penyakit yang menyerang ratusan sapi milik warga,” kata dia.

Para petugas di lapangan, kata dia, juga telah menyuntikkan obat dan vitamin, serta telah melakukan pemeriksaan pada sapi yang terjangkit PMK. “Hasil pemeriksaan, masih di laboratorium provinsi. Namun berdasarkan gejalanya, lebih mendekati ke virus Bovine Ephemeral Fever atau BEF,” jelasnya.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Hingga saat ini, kata Chainur Rasyid, sudah ada 40 ekor sapi milik warga yang mati akibat PMK. Dia pun mengungkapkan, ada ratusan sapi yang diduga terjangkit PMK, dijual dengan harga miring.

Ia pun mengimbau, agar para peternak terus membersihkan kandangnya dan tidak mendatangkan sapi baru selama musim pancaroba, serta tidak lupa menyemprotkan disinfektan. “Rumput yang dijadikan pakan juga harus diperhatikan agar tidak terjadi kembung pada sapi,” tandasnya.

Ia juga menegaskan agar masyarakat tidak ragu untuk menghubungi petugas ditempatkan di Kecamatan jika ada gejala sakit pada hewan ternaknya. (Ara/din)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *