Ramai Scan Retina Mata di World App, Ini Potensi Bahayanya

News188 views

KABAR MADURA | Aplikasi World App beberapa hari terakhir ramai diperbincangkan dan viral di media sosial. Pasalnya, aplikasi tersebut memberikan tawaran yang cukup menggiurkan, yakni bayaran Rp800.000 untuk orang yang bersedia melakukan pemindaian retina mata melalui teknologi canggih di aplikasi tersebut.

Fenomena itu menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat, sebab keamanan data biometrik pengguna dipertanyakan. Aplikasi World App mengklaim bahwa layanan tersebut dirancang untuk memverifikasi bahwa pengguna merupakan manusia asli dan bukan robot.

Kontroversi pemindaian retina mata di aplikasi World App tersebut semakin kuat ketika Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memutuskan untuk membekukan operasi sementara Tanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik (TDPSE) pada layanan World Coin dan World ID yang terkait dengan aplikasi tersebut.

Langkah yang diambil Komdigi itu sebagai langkah preventif dalam melindungi masyarakat dari resiko keamanan privasi dan penggunaan data biometrik seseorang.

Apabila data biometrik seseorang disalahgunakan, sangat berpotensi merugikan orang lain. Seperti pencurian identitas keuangan. Oknum yang tidak bertanggungjawab bisa mengakses rekening bank, kartu kredit, atau bahkan pinjaman atas nama korban.

Selain itu, data biometrik itu bisa berpotensi memberikan suara ilegal dalam kegiatan yang membutuhkan verifikasi identitas seperti saat pemilu. Pencurian data biometrik itu juga bisa memfasilitasi terhadap kejahatan fisik yang merugikan korban. (nur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *