KABAR MADURA | Realisasi anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk sektor pertanian di Sumenep dinilai tidak nampak keberhasilannya. Anggaran tersebut disediakan di tahun 2024 senilai Rp8 miliar.
Anggota DPRD Sumenep Juhari yang getol mengawal di sektor pertanian dan perekonomian menyampaikan, memang miliaran dana yang dikucurkan untuk mendongkrak pertanian ini tidak tampak keberhasilannya.
“Dari anggaran DBHCHT saja miliaran, tetapi kan indikator keberhasilannya tidak ada, misalnya dari sektor tembakau, di mana yang dibantu pemerintah misalnya dari bibitnya yang benar-benar berhasil, tunjukkan ke kami,” kata dia.
Menurut Juhari, sektor pertanian memang menjadi salah satu yang digadang-gadang untuk menunjang peningkatan ekonomi di Kota Keris ini, namun faktanya, tidak ada hasil pertanian yang benar-benar menjadi ikon Sumenep yang minimal tembus pasar nasional.
“Apalagi internasional, kalau tembakau saya rasa sulit, daun kelor yang sempat ekspor, sekarang sudah tidak jelas seperti apa perkembangannya,” imbuhnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep Chainur Rasyid selaku yang bertanggung jawab untuk sektor pertanian mengaku sudah melakukan upaya-upaya. Misalnya melalui anggaran DBHCHT tahun 2024 yang jumlahnya sekitar Rp8 miliar. Dana itu sebagian sudah direalisasikan kepada para petani.
“Sudah jalan sebagian realisasinya, untuk beberapa pertanian memang seperti tembakau kami sudah berbuat tetapi masih proses kan sekarang,” paparnya.
Pihaknya mengakui bahwa sejauh ini belum nampak keberhasilan untuk sektor pertanian. Tetapi pihaknya sudah berupaya, seperti memenuhi kebutuhan pupuk, bantuan alat pertanian, dan yang lainnya.
Sekadar diketahui, sesuai data di Bagian Perekonomian Setkab Sumenep, dari total anggaran DBHCHT sebesar Rp47 miliar, realisasinya disebar di enam OPD, yakni Dinas Kesehatan sebesar Rp31 miliar, Dinas Tenaga Kerja Rp682 juta, Satpol PP Rp1 miliar, DKPP Rp8,4 miliar, Dinas Sosial Rp2,9 miliar, Diskoperindag Rp600 juta dan KIHT sebesar Rp2,5 miliar.
Pewarta: Moh. Razin
Redaktur: Wawan A. Husna





