KABAR MADURA | Hingga kini, buku baru di Perpustakaan Pamekasan masih belum bisa diakses sepenuhnya oleh pengunjung. Padahal, pengadaan buku itu sudah terealisasi sejak pertengahan tahun lalu.
Pustakawan Perpustakaan Pamekasan Kusairi mengungkapkan, buku-buku baru itu belum bisa diakses sepenuhnya lantaran menyesuaikan dengan ketersediaan tempat. Sehingga, hanya ada beberapa bagian buku baru yang bisa diakses, baik untuk dibaca atau dipinjam oleh pengunjung.
Kemudian, kata Kusairi, proses penyetempelan buku baru itu sudah mencapai 70 persen. Sementara 30 persen lainnya masih dalam proses labeling, dan pengklasifikasian.
“Launching keseluruhan belum bisa, karena kapasitas ruangannya belum memadai. Tapi, mereka tetap bisa mengakses buku-buku baru yang sudah pendataannya. Kami prioritaskan buku yang paling banyak dicari,” jelasnya kepada Kabar Madura, Selasa (6/2/2024).
Kusairi menambahkan, belum selesainya proses penginputan dan proses labelling buku baru itu disebabkan alurnya yang cukup panjang, seperti penentuan nomor klasifikasi. Selain itu, juga dikarenakan masih belum jelasnya jadwal pindah ke gedung perpustakaan yang baru.
“Kalau hanya labelling cepat selesai. Alur pengklasifikasiannya yang sedikit lama. Kebetulan saat ini sekitar ada 10 buku yang sudah diakses oleh pengunjung, baik itu dibaca atau dipinjam,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Pamekasan Khairul Umam sangat menyayangkan atas lambatnya proses tersebut. Menurutnya, manajemen kearsipan yang dilakukan harus diperbaiki, terutama di sistem digitalisasinya.
Selain itu, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menekankan dinas terkait tidak hanya terpaku pada kapasitas ruang perpustakaan. Menurutnya, dewasa ini, ruang membaca bisa diakses di mana saja. Salah satunya melalui sistem pengadaan digitalisasi atau ebook. Sehingga, pengadaan buku-buku itu bisa diakses di mana saja.
“Ini sebuah kelucuan, di masa sekarang pengklasifikasiannya belum selesai-selesai. Jadi, sistem arsip digitalisasinya harus dioptimalkan. Karena pengunjung sekarang ini maunya yang cepat. Kalau soal tempat, bisa dioptimalkan di pengadaan buku digital, agar bisa diakses di mana-mana,” ujarnya.
Untuk diketahui, pada 2023 lalu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pamekasan mendapatkan pengadaan buku baru sebanyak 1.755 eksemplar dengan 440 judul. Alokasi anggarannya senilai Rp200 juta yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK).
Pewarta: Safira Nur Laily
Redaktur: Sule Sulaiman





