KABAR MADURA | Pengadaan lumbung pangan tahun ini dipastikan tidak bisa direalisasikan. Padahal, di tahun sebelumnya hanya mampu terealisasi dua lumbung pangan. Hal itu diungkapkan oleh Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan Nolo Garjito, Selasa (6/2/2024).
Dia mengatakan, tidak terealisasinya pengadaan lumbung pangan itu dikarenakan terbatasnya anggaran. Sehingga, terpaksa ditiadakan. Menurutnya, realisasi lumbung pangan itu nantinya akan dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan porsi anggaran.
“Lumbung pangan 2024 tidak ada. Sebenarnya, rencana pembangunannya ada. Tapi karena faktor anggaran, terpaksa digagalkan. Seandainya ada anggarannya, tinggal melakukan survei, wilayah mana saja yang akan dibangun,” jelas Nolo.
Apabila berkaca pada tahun 2023, pihaknya hanya mampu merealisasi dua lumbung pangan, yakni di Desa Batukalangan, Kecamatan Proppo dan Desa Blaban, Kecamatan Batumarmar. Masing-masing lumbung pangan mendapatkan alokasi anggaran Rp130 juta hingga Rp 150 juta.
“Jumlah keseluruhan lumbung pangan lupa berapa, tapi yang jelas realisasinya bertahap,” tegasnya.
Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Pamekasan Ismail mengatakan, dinas terkait harusnya memiliki program prioritas dalam ketahanan pangan. Sehingga, dalam manajemen penganggarannya bisa jelas. Meski lumbung pangan tersebut tidak bisa terealisasi tahun ini, kata Ismail, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait harus tetap fokus terhadap program-program ketahanan pangan untuk mencegah krisis pangan.
“Dinas terkait harus paham dengan program ketahanan pangan dan fokus jangan sampai melebar kemana-mana,” paparnya.
Pewarta: Safira Nur Laily
Redaktur: Sule Sulaiman





