Rutin Digelar Sekali Tiap Pekan dengan Dikemas Arisan, Koloman Burung Perkutut di Sumenep Jadi Ajang Tukar Informasi

News60 views

KABAR MADURA | Koloman burung perkutut tidak hanya menjadi wadah untuk menyalurkan hobi. Melainkan juga untuk mempererat silaturahmi antar sesama penggemarnya dan ajang untuk saling tukar informasi. Itu yang saat ini dirasakan pecinta burung perkutut di Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep.

SUMENEP, MOH.RAZIN

Setiap hari Minggu, koloman burung perkutut di Kecamatan Rubaru dikemas dengan arisan. Sekitar 30 orang lebih warga berkumpul dengan membawa burung perkutut miliknya untuk dipajang dan diperdengarkan bunyinya.

Biasanya, sekitar pukul 10.15 WIB, para peserta sudah berkumpul. Uniknya, koloman burung perkutut ini sudah berjalan puluhan tahun. Tidak banyak yang menjadi tujuan, melainkan hanya untuk doa bersama sambil menikmati irama indah bunyi burung.

Ali Wafa, yang dituakan dalam koloman itu, bertanggung jawab penuh terhadap keberlangsungan perkumpulan yang dikemas berbentuk arisan tersebut.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

“Sebenarnya ini tugas bersama sesama pecinta burung, bukan saya saja, sebab ini bagi kami hobi yang positif,” ujarnya kepada Kabar Madura, Minggu (12/1/2025).

Selain mewadahi silaturahmi, kata Ali, kegiatan itu digelar guna menjadi ajang tukar informasi positif antaranggota. Dia meyakini, setiap hal positif akan mendatangkan kebaikan-kebaikan yang lainnya.

“Uang arisan sebagai tali keanggotaan saja, yang penting tukar pikiran sambil menikmati bunyi burung perkutut,” imbuhnya.

Koloman ini semakin solid, kata Ali, setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep memfasilitasi khusus perlombaan burung perkutut. Tidak hanya itu, burung perkutut yang dulunya hanya dijadikan pajangan dan dinikmati bunyinya, sekarang sudah bisa menghasilkan melalui perlombaan.

“Ini juga nanti bagi anggota yang bunyi burungnya bagus bisa ikut lomba,” pungkasnya.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo pernah menggelar Liga Perkutut Sumenep 2024. Dalam kompetisi tersebut, ratusan ekor burung perkutut adu keindahan suara.

Bupati Fauzi menyebut, pihaknya sengaja menggelar Liga Perkutut Sumenep itu untuk menjadi wadah mengumpulkan sesama pecinta burung dan langkah positif untuk pelestarian burung perkutut.

“Tentu ini bisa terus dikembangkan, sehingga bisa mencakup tingkat nasional. Melihat banyaknya pecinta burung perkutut, event tingkat nasional bukan tidak mungkin bisa terlaksana,” ungkapnya. (zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *