KABAR MADURA | Setelah direnovasi, Stadion Gelora Madura Ratu Pamellingan (SGMRP) sudah bisa dioperasikan seperti biasa. Retribusi yang ditetapkan tahun ini beragam, yakni Rp3 juta untuk pagi atau s,ore dan Rp5 juta untuk penggunaan di malam hari.
Namun, pengoperasian SGMRP tersebut tidak dilengkapi dengan safety security yang sesuai dengan standar FIFA. Salah satunya tidak adanya jalur evakuasi di tribun penonton.
Dioperasikannya SGMRP itu untuk mendongkrak capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tahun ini, target PAD di stadion kebanggaan masyarakat Pamekasan tersebut tembus Rp250 juta.
“Per April, capaian PAD SGMRP mencapai 30,80 persen atau Rp77 juta dari target Rp250 juta,” ungkap Plt Kepala Bidang (Kabid) Prestasi Olahraga Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Pamekasan Moh. Zahrie, Rabu (7/5/2025).
Salah satu pengguna SGMRP Ach. Kusairi mengaku, secara umum sarana dan prasarana yang ada di stadion mengalami perubahan yang cukup positif dari sebelum direnovasi, mulai dari akses parkir, lintasan lari, hingga rumput di lapangan.
Kendati demikian, Kusairi berharap catatan rekomendasi dari FIFA tersebut bisa segera ditindaklanjuti oleh dinas terkait. Pasalnya, menyangkut kenyamanan dan keamanan pengguna maupun pengunjung SGMRP.
“Perlu diperhatikan juga soal retribusi. Diharapkan tidak terlalu mahal, karena itu sebagai daya tarik pengguna untuk memanfaatkan stadion. Jika stadionnya hidup, otomatis ada pergerakan ekonomi untuk daerah,” terang Ketua HIPMI Pamekasan itu.
Sementara itu, Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Halili mengatakan, pihaknya belum mendapatkan laporan terkait safety security SGMRP yang tidak sesuai dengan standar FIFA. Pihaknya akan melakukan koordinasi lebih lanjut terkait hal tersebut.
Di samping itu, Halili mengapresiasi terkait capaian PAD SGMRP yang sudah hampir mencapai separuh dari target. “Semoga saja capaian PAD-nya bisa melampaui target. Terkait rekomendasi FIFA yang belum ditindaklanjuti, akan kami koordinasikan lebih lanjut,” tutupnya.
Sebelumnya, Disporapar Pamekasan mengklaim bahwa catatan rekomendasi dari FIFA sejauh ini memang masih belum ditindaklanjuti. Pasalnya, pihaknya belum menerima rekomendasi secara resmi dari FIFA. (nur/din)





