KABAR MADURA | Muhdor, warga Desa Daleman, Kecamatan Kedungdung, Sampang menagih janji Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sampang terkait program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang sebelumnya dijanjikan.
Muhdor sendiri merupakan korban bencana angin kencang yang terjadi pada 2024. Akibat bencana alam tersebut, rumah Muhdor rusak parah.
“Rumah saya sudah dilakukan pengukuran dari pihak DLH. Saya juga disuruh membuat rekening untuk menerima dana perbaikan, tapi sampai saat ini belum ada kepastian,” keluhnya, Rabu (2/7/2025).
Mohdor mengungkapkan, DLH Sampang menjanjikan perbaikan rumahnya melalui Mikanisme Perubahan Anggaran Keuangan (MPAK) menggunakan anggaran belanja tidak terduga (BTT).
“Alasan yang disampaikan oleh DLH tidak konsisten. Mereka, pada awalnya mengatakan menunggu pengerjaan di Penyeppen selesai, kemudian beralasan saya tidak terdaftar sebagai penerima manfaat. Berubah lagi, menunggu MPAK,” ungkapnya.
“Harapan saya sederhana, hanya kepastian dari DLH. Kalau memang saya bukan penerima program RTLH, sebaiknya disampaikan saja biar saya tidak berharap,” imbuhnya.
Saat media ini mengkonfirmasi terkait hal tersebut kepada Kepala Bidang (Kabid) Perumahan Rakyat dan Permukiman DLH Sampang Abd Rokib, hingga berita ini ditayangkan belum ada respon. (yan/din)





