KABAR MADURA | Deretan ruko di Pasar Ki Lemah Duwur (KLD) Bangkalan kini terlihat lengang. Puluhan kios yang sebelumnya aktif beroperasi, perlahan ditinggalkan para pedagang. Kondisi ini mencerminkan menurunnya aktivitas ekonomi di salah satu pasar terbesar di Bangkalan tersebut.
Fenomena ini tidak terjadi begitu saja. Sejumlah pedagang memilih tidak memperpanjang masa sewa karena pendapatan yang diperoleh dinilai sudah tidak mampu menutup biaya operasional harian. Minimnya jumlah pembeli membuat perputaran usaha menjadi tidak sehat, sehingga keberlanjutan usaha pun sulit dipertahankan.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskop Umdag) Bangkalan Moh. Rasuli mengakui adanya penurunan jumlah penyewa kios yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
“Memang terjadi penurunan cukup signifikan dibanding sebelumnya, sehingga banyak kios yang tidak lagi beroperasi,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Rasuli menjelaskan, kios yang paling banyak ditinggalkan berada di sektor penjualan kain dan alas kaki. Menurutnya, perubahan pola belanja masyarakat menjadi salah satu faktor utama. Konsumen kini cenderung beralih ke platform belanja daring yang dianggap lebih praktis dan efisien.
“Minat masyarakat untuk datang langsung ke pasar menurun, karena banyak yang beralih ke belanja online,” tambahnya.
Sebagai upaya mengatasi kondisi tersebut, pihaknya sempat mendorong relokasi pedagang dari pasar lain, seperti Pasar Langgeng, agar berpindah ke KLD. Selain itu, alternatif lain juga ditawarkan dengan mengarahkan pedagang ke Pasar Seninan dan Bancaran.
“Kami sudah mencoba menyarankan pedagang di Pasar Langgeng untuk pindah ke KLD atau ke pasar lain, seperti Seninan dan Bancaran,” jelas Rasuli.
Lebih lanjut, dia menegaskan, saat ini pihaknya tengah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menghidupkan kembali aktivitas di Pasar KLD. Koordinasi lintas instansi pun terus dilakukan guna meningkatkan daya tarik pasar.
Upaya tersebut diharapkan mampu mengembalikan geliat ekonomi pasar tradisional, sekaligus menjaga keberlangsungan usaha para pedagang di tengah persaingan dengan perdagangan digital yang kian masif. (fik/zul)





