Setelah Makan Korban, Sumenep Gagal Jadi Tuan Rumah Kerapan Sapi Piala Presiden

KABAR MADURA | Harapan Kabupaten Sumenep untuk menjadi tuan rumah Kerapan Sapi Piala Presiden 2025 dipastikan pupus. Rencana itu batal setelah hasil verifikasi Paguyuban Karapan Sapi Keluarga Madura bersama Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) IV Pamekasan Jawa Timur memutuskan bahwa tuan rumah dialihkan kembali ke Kabupaten Bangkalan.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep Mohamad Iksan membenarkan keputusan tersebut. Dia menyebut faktor keselamatan menjadi alasan utama pembatalan.

“Tuan rumahnya kini Kabupaten Bangkalan lagi. Sumenep gagal karena faktor keamanan, agar pagarnya tidak roboh lagi,” ungkapnya.

Menurut Iksan, meski Lapangan Giling yang disiapkan sebagai arena telah direhabilitasi, konstruksinya masih dalam tahap pemeliharaan sehingga belum layak digunakan.

“Renovasi memang berjalan sesuai standar, tetapi masih berisiko bagi penonton dan peserta. Kami tidak ingin insiden tahun lalu terulang ketika pagar roboh akibat penonton yang membludak,” jelasnya.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Ketua Komisi IV DPRD Sumenep, Mulyadi, menilai kegagalan ini harus dijadikan evaluasi serius. Menurutnya, Pemkab Sumenep perlu lebih sigap menyiapkan sarana dan prasarana jika ingin dipercaya kembali sebagai tuan rumah di masa depan.

“Karapan sapi adalah warisan budaya besar Madura. Kalau Sumenep ingin jadi tuan rumah, maka semua aspek, terutama keselamatan penonton, harus benar-benar dijamin. Jangan sampai kejadian yang makan korban jiwa kembali terulang,” tegas Mulyadi.

Dia juga meminta pemerintah daerah memastikan pembangunan arena karapan sapi berjalan lebih cepat dan memenuhi standar nasional.

“Dengan begitu, ke depan Sumenep memiliki peluang besar untuk dipercaya kembali sebagai lokasi Piala Presiden,”” pungkasnya. (ara/waw)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *