KABARMADURA.ID | SUMENEP-Tahun 2023 ini, Dinas Perikanan (Diskan) Sumenep tiadakan target produksi ikan tangkap. Hal itu karena pendataan langsung masuk pada produk domestik regional bruto (PDRB), yakni hasil perolehan ikan tangkap, budidaya dan hasil ikan pengolahan.
Kepala Diskan Sumenep Agustiono Sulasno melalui Bidang Pengelolaan Perikanan Tangkap Joni Hariyanto mengatakan, meski tidak ada target produksi ikan tangkap, pencapaiannya diusahakan melimpah, Seperti tahun 2022, hasilnya mencapai 43.703,18 ton ikan tangkap dari target 43.690 ton.
“Capaian itu cukup memuaskan karena sudah melebihi target,” kata Joni, Senin (13/11/2023).
Diskan Sumenep optimistis bisa melebihi capaian tahun 2022, karena saat ini sudah mencapai sekitar 40 ribu ton lebih.
Sisa waktu di 2023 ini, imbuh Joni, target itu akan dimaksimalkan. Karena saat ini cuacanya cukup bagus, maka dimungkinkan capaiannya mencapai hingga 50 ribu ton.
Capaian ikan tangkap itu berasal dari 33.945 nelayan laut. Ditambah 393 nelayan perairan umum daerah (PUD) seperti di sungai, embung rawa, dan lainnya.
Kondisi itu, menurut anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait perlu melakukan berbagai upaya untuk mendukung capaian ikan agar lebih meningkat dari tahun sebelumnya, meski tidak ada target produksi.
Dia menyarankan beberapa cara yang perlu dilakukan agar berjalan maksimal, yakni mendata produksi dengan bantuan para penyuluh perikanan. Kemudian, menggencarkan pembinaan kepada nelayan akan penggunaan alat tangkap yang ramah lingkungan. Lalu, menggunakan alat bantu penangkapan ikan.
“Penggunaan alat tangkap ikan yang variatif, bisa mendorong bertambahnya jenis ikan yang ditangkap, maka ke depan perlu melakukan cara seperti itu,” ucap politisi PPP itu.
Pewarta: Imam Mahdi
Redaktur: Wawan A. Husna





