KABAR MADURA | Target program Pekan Imunisasi Nasional (PIN) polio oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep cukup tinggi. Target sasaran imunisasi sebanyak 106.815 anak, atau setara 95 persen.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes P2KB Sumenep Achmad Syamsuri mengatakan, PIN polio merupakan instruksi dari pemerintah pusat. Tujuannya untuk melindungi atau kekebalan anak sejak dini.
“Anak yang terimunisasi mencapai 80 persen lebih atau di atas angka 85 ribu anak se-Sumenep,” kata dia.
Pelaksanaan PIN polio putaran pertama berakhir Sabtu (20/1/2024). Dengan demikian, anak yang belum mendapat imunisasi 21.182 orang. Diakui, masih banyak masyarakat yang kurang respon sebab masih dihantui isu-isu kurang baik.
Padahal untuk mengejar target tersebut, Dinkes P2KB Sumenep sudah melakukan berbagai upaya, salah satunya melibatkan berbagai unsur, di antaranya, menggerakkan puskesmas dan forum koordinasi pemerintah kecamatan (forkopimka) serta organisasi kemasyarakatan (ormas).
“Sisa target sebanyak 21 ribu anak diprediksi mudah tercapai. Sebab, pelaksanaan imunisasi dilakukan serentak di 27 kecamatan yang ada di Kota Keris. Pelaksanaan imunisasi juga melibatkan seluruh sumber daya manusia (SDM) di seluruh pusat kesehatan masyarakat (puskesmas),” imbuhnya.
Setiap puskesmas tidak hanya melakukan imunisasi di satu tempat, tetapi juga bekerja sama dengan lembaga pendidikan salah satunya sekolah dasar (SD) atau madrasah ibtidaiyah (MI).
Sementara itu, anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep Samioeddin menyampaikan, bahwa memang sosialisasi kesehatan di Sumenep terbilang rendah, sehingga masyarakat terkadang lebih memilih was-was terhadap program pemerintah.
“Takut rata-rata, apalagi kemarin kasus di Puskesmas Batang-Batang itu (bayi meninggal) itu juga berdampak terhadap kepercayaan masyarakat bahkan menjadi takut untuk berobat,” paparnya.
Pewarta: Moh.Razin
Redaktur: Wawan A. Husna





