KABAR MADURA | Memasuki 10 hari terakhir bulan Ramadan, umat Islam biasanya berlomba-lomba meningkatkan amal ibadah untuk meraih keutamaan malam Lailatul Qadar.
Namun, tidak sedikit umat Islam yang tidak dapat menjalankan berbagai amalan sunnah di bulan puasa secara intens karena tanggungan pekerjaan.
Menjawab keresahan itu, Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Kamal Abdur Rosyid menyampaikan, melaksanakan tanggung jawab bekerja demi memenuhi kebutuhan keluarga juga termasuk ibadah yang mulia.
“Bekerja itu termasuk ibadah, bahkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan, melainkan orang yang bekerja juga menghindarkan dirinya dan keluarganya dari perbuatan tercela, seperti mencuri,” jelasnya, Kamis (12/3/2026).
Dia juga mengingatkan, bagi mereka yang memiliki beban pekerjaan saat Ramadan tidak perlu merasa sedih, termasuk bagi yang bekerja di malam hari sehingga tidak bisa melaksanakan salat tarawih, tadarus, iktikaf, dan amalan lainnya secara maksimal.
Namun, menurutnya, sebelum menunaikan pekerjaan harus disertai dengan niat yang baik sehingga aktivitas bekerja itu juga bernilai ibadah.
Di samping itu, dia menegaskan, meskipun sedang bekerja, kewajiban utama seperti salat fardhu tetap harus ditunaikan.
“Yang sift malam, kewajiban salat isya’nya jangan sampai ditinggal, karena keutamaan ibadah wajib itu nilainya lebih tinggi,” pesannya.
Terkait cara mendapatkan bonus pahala pada malam Lailatul Qadar, Rosyid menuturkan, dalam menjalankan pekerjaan seseorang tetap bisa memperbanyak zikir atau melakukan ibadah lain yang memungkinkan. Dengan demikian, setiap umat Islam tetap memiliki kesempatan untuk meraih keutamaan malam tersebut.
“Misalnya terkadang kita menemui di bulan Ramadan baik di siang hari atau di malam hari, dia bekerja sambil baca Al Qur’an, sambil berzikir, selain memenuhi kewajiban mereka juga menambah pundi-pundi pahala,” ucapnya.
Meski tidak selalu sempat berzikir atau memperbanyak amalan lainnya, dia menganjurkan agar setidaknya umat Islam memperbanyak membaca doa.
اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا
“Membaca doa tersebut pada 10 malam terakhir, Sambil bekerja, karena tidak tau siapa di antara kita nantinya yang mendapat keutamaan malam lailatul qadar,” tutupnya. (fik/zul)





