Tiga Tahun IBS PKMKK: 13 Karya Buku Terbit, Prestasi Gemilang Terukir

KABAR MADURA | Terbitnya 13 buku baru jadi kado istimewa dalam perayaan hari jadi ketiga Islamic Boarding School Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning (IBS PKMKK) pada 11 Februari 2025. Buku baru tersebut lahir dari tangan-tangan kreatif santri dan pendidik IBS PKMKK. Di antara 13 buku yang terbit, tujuh merupakan karya individu santri kelas 9.

Tujuh santri yang terbitkan buku dengan ISBN tersebut di antaranya: Senyuman di Ujung Pagi karya Ariqah Muhlis, Satu Senyuman Sejuta Cerita karya Mutia Fikrah Fannia, Dari Adonan Menjadi Kenangan karya Lina, Antara Keadilan dan Kasih karya Sherin Safitri, Pelangi Setelah Hujan karya Najwa Auliya, Langkah Kecil Ayna karya Dhela Aunia, dan Bayangan yang Hilang karya Eriasa Sastri.

Selain itu, dua santri telah lebih dulu menorehkan namanya dalam dunia kepenulisan sejak tahun sebelumnya.

Naurah Reisa Alana berhasil menerbitkan dua buku berturut-turut, yaitu Mafiza Jawny (2023) dan Kita Itu Lampu Merah (2024). Saat ini, ia tengah menulis buku berjudul Two Souls in World of Dark. Sementara itu, Tria Fahira Nuramaja juga telah melahirkan buku berjudul Cahaya dan Kegelapan (2024). Saat ini, ia sedang mengerjakan buku terbarunya, Light in the Dark,

“Momentum tiga tahun IBS PKMKK ini semakin bermakna dengan semakin suburnya tradisi menulis di kalangan santri. Sebuah bukti bahwa budaya literasi telah berkembang pesat di lingkungan pesantren,” ujar Direktur Utama IBS PKMKK Dr. KH. Achmad Muhlis.

Tidak hanya santri, para pendidik IBS PKMKK juga ikut ambil bagian dalam geliat literasi ini. Heni Listiana menghadirkan Cahaya di Ujung Pena, sementara Zilfania Qathrun Nada menuangkan kisahnya dalam Hujan yang Tak Pernah Reda.

Sementara kolaborasi apik antara santri dan pendidik melahirkan sebuah buku istimewa berjudul Konstelasi Kinta, yang ditulis oleh Ririn Widiyawati, Naurah Reisa Alana, Dhela Aunia, Annisa Julia Rahman, dan Lin Asyiqah Nafsani.

Baca Juga:  Temu Wali Santri sebagai Kontrak Sosial-Spiritual Pendidikan: Sinergi Guru, Orang Tua, dan Masyarakat dalam Membentuk Generasi

“Buku ini menjadi bukti bahwa menulis tidak hanya tentang individualitas, tetapi juga tentang berbagi ide dan mengembangkan kreativitas bersama,” imbuh Dr. KH. Achmad Muhlis.

Tanggal 11 Februari merupakan momentum IBS PKMKK memperoleh Nomor Statistik Pesantren (NSP) dengan nomor 510035280445. Tepatnya 11 Februari 2022.

NSP yang diterbitkan Direktur Jenderal Pendidikan Islam melalui Surat Keputusan Nomor 22036 Tahun 2022 tersebut juga menegaskan legalitas PKMKK sebagai lembaga pendidikan pesantren yang terdaftar secara resmi.

Tiga buku penting lainnya juga lahir dari tangan para pendidik IBS PKMKK. Buku Membangun Peradaban Literasi di Bumi Kembang Kuning karya Heni Listiana & Achmad Muhlis. Buku tersebut menjadi refleksi sekaligus panduan dalam membangun budaya literasi di lingkungan pesantren.

Buku tersebut menggambarkan bagaimana literasi dapat menjadi pilar utama dalam membentuk karakter santri yang kritis, kreatif, dan berwawasan luas.

Buku yang berjudul Digitalisasi pembelajaran bahasa Arab; Implementasi Integratif Learning, juga diterbitkan untuk memberikan memberikan harapan baru khususnya para pengajar bahara Arab, yang saat ini bersentuhan dengan teknologi informasi.

Sementara itu, buku yang berjudul Konstruksi Pengembangan Wisma Digital, yang ditulis oleh Achmad Homaidi, Achmad Muhlis, Moch Cholid Wardi, Mohammad Holis, Heni Listiana, Wiqayah, dan Samsul Arifin, memberikan kontribusi besar dalam pengembangan teknologi di dunia pendidikan. Buku ini merupakan refleksi dari tujuh pilar IBS PKMKK, yaitu:

Baca Juga:  Digitalisasi Amanah Pendidikan, Kolaborasi Guru, Orang Tua, Masyarakat: Temu Wali Santri IBS PKMKK dan Integrasi School Talk

Digitalisasi pembelajaran bahasa Arab; Implementasi Integratif Learning

One Day One Ayat

One Hadith One Presentation

One Week Three Fashls

One Week Three Themes

One Week Three Languages

One Activity One Paragraph

One Student One Laptop

 

Selain itu, Dr. KH. Mohammad Holis turut menambah daftar karya dengan menerbitkan buku Tajwidul Qur’an (2024), yang menjadi sumbangsih berharga dalam bidang ilmu tajwid.

“Keberadaan buku-buku ini menegaskan bahwa IBS PKMKK tidak hanya membangun tradisi literasi di kalangan santri, tetapi juga di kalangan pendidik, sehingga pesantren ini terus berkembang sebagai pusat keilmuan yang berdaya saing di era digital,” demikian disampaikan Dr. KH. Achmad Muhlis.

Namun, IBS PKMKK tidak hanya unggul dalam dunia literasi. Saufa Maulidi Fauzillah adalah santri berbakat bidang sains dan akademik. Dia berhasil mengharumkan nama pesantren dengan meraih Merit Award dalam Southeast Asian Mathematical Olympiad (SEAMO 2025), sebuah kompetisi matematika bergengsi di tingkat Asia Tenggara.

Sebagai lembaga pendidikan inklusif yang ramah anak dan disabilitas, IBS PKMKK terus berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan aksesibel bagi semua. Beberapa anak berkebutuhan khusus turut menimba ilmu di pesantren ini, membuktikan bahwa pendidikan berkualitas adalah hak semua kalangan, tanpa terkecuali.

“Kami berkomitmen untuk memberikan pendidikan berkualitas tanpa biaya, agar santri dapat berkontribusi dan mewarnai dunia global,” pungkas Dr. KH. Achmad Muhlis. (waw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *