KABAR MADURA | Kuala Lumpur (8 Oktober 2025) – Universitas Islam Negeri (UIN) Madura terus memperluas jejaring kerja sama internasionalnya. Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), UIN Madura resmi menandatangani Implementation of Agreement (IA) dengan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL).
Penandatanganan tersebut menjadi langkah nyata dalam memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi Islam di Indonesia dan lembaga pendidikan Indonesia di luar negeri, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat dan literasi keislaman berbasis nilai-nilai Islam Nusantara.
Dari pihak UIN Madura, penandatanganan diwakili oleh Kepala Pusat Pengabdian LP2M, Moch. Cholid, sedangkan dari pihak Malaysia dilakukan oleh Kepala SIKL, Friny Napasti, M.Pd. Kegiatan berlangsung di gedung SIKL Kuala Lumpur dan disaksikan oleh perwakilan guru serta tim pengabdian UIN Madura.
Dalam sambutannya, Moch. Cholid menyampaikan bahwa Implementation of Agreement ini menjadi bagian penting dari langkah UIN Madura dalam mengimplementasikan kerja sama internasional secara konkret.
“IA ini bukan sekadar simbol kerja sama, tetapi komitmen bersama untuk menghadirkan pengabdian yang berdampak langsung bagi siswa dan masyarakat Indonesia di Malaysia. Kami ingin kolaborasi ini menjadi model sinergi antara kampus dan komunitas diaspora,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala SIKL, Friny Napasti, M.Pd., menyambut baik langkah UIN Madura. Ia menilai bahwa kemitraan ini tidak hanya memperkuat hubungan kelembagaan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi pengembangan pendidikan di lingkungan SIKL.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif UIN Madura. Program kerja sama ini membuka ruang kolaborasi yang luas, terutama dalam kegiatan literasi, pembinaan siswa, dan peningkatan kompetensi guru,” ujarnya.
Rektor UIN Madura, Dr. Saiful Hadi, M.Pd., menegaskan bahwa kerja sama tersebut merupakan bagian dari misi UIN Madura untuk memperluas kontribusi keilmuan Islam hingga ke kancah global.
“UIN Madura berkomitmen menjadikan pengabdian internasional sebagai jembatan dakwah ilmiah dan kemanusiaan. Kolaborasi dengan SIKL menjadi bukti nyata bagaimana perguruan tinggi dapat berperan aktif dalam mendukung pendidikan anak bangsa di luar negeri,” tegasnya.
Melalui Implementation of Agreement ini, kedua lembaga sepakat melaksanakan berbagai kegiatan bersama, seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional, penguatan literasi Islam Nusantara, serta program pelatihan guru dan siswa SIKL.
Langkah ini memperkuat posisi UIN Madura sebagai perguruan tinggi Islam yang progresif dan berorientasi global, sekaligus menegaskan peran kampus dalam membawa semangat Taneyan Lanjhang ke ranah internasional — membangun keilmuan yang integratif, moderat, dan membumi.






