KABAR MADURA | Kuala Lumpur, Malaysia – 09 Oktober 2025 Universitas Islam Negeri (UIN) Madura kembali menorehkan kiprah penting di kancah internasional melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di lingkungan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Tak tanggung-tanggung, kegiatan ini digelar di dua lokasi berbeda: SIKL Sentul (6–7 Oktober) dan SIKL Klang (8–9 Oktober 2025). Keduanya mengusung semangat yang sama: meneguhkan identitas kebangsaan dan keislaman anak-anak migran Indonesia di Malaysia melalui penguatan literasi budaya Islam Nusantara.
Dengan tema besar “Islam Nusantara: Penguatan Literasi Budaya Islam Nusantara bagi Anak Migran Malaysia”, kegiatan ini bukan sekadar seremoni akademik, melainkan gerakan ideologis dan edukatif untuk menangkal erosi budaya serta spiritual di kalangan generasi muda Indonesia yang hidup di luar negeri.
Ketua Pelaksana sekaligus Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat UIN Madura, Moch. Cholid, menjelaskan bahwa program ini menjadi langkah nyata kampus dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama di level internasional.
“Kami tidak hanya ingin tahu apa yang mereka lakukan, tapi bagaimana mereka memahaminya. Melalui diskusi, tulisan, dan mind mapping, kami melihat sejauh mana tradisi Islam Nusantara menjadi bagian dari DNA spiritual mereka, bukan sekadar kebiasaan yang ikut-ikutan,” tegas Cholid.
Belajar Melalui Cerita: PkM di SIKL Sentul
Di SIKL Sentul, tim PkM UIN Madura memilih pendekatan yang lebih interaktif dan menyenangkan. Alih-alih ceramah satu arah, mereka membuka ruang diskusi kelompok kecil yang mengajak anak-anak untuk bercerita tentang pengalaman keislaman mereka di Malaysia—mulai dari menjalankan puasa Ramadan, menunaikan zakat fitrah, hingga merayakan Idulfitri di komunitas migran.
Metode storytelling ini menciptakan suasana akrab dan jujur, sekaligus menjadi bahan refleksi bersama.
“Saya senang dengan kegiatan ini, saya belum pernah ikut kegiatan serupa ini,” ungkap Wawan, salah satu peserta.
Setiap kelompok didampingi fasilitator yang membantu mengaitkan kisah para siswa dengan nilai-nilai luhur Islam Nusantara. Pendekatan ini terbukti efektif dalam menumbuhkan kesadaran bahwa menjadi muslim di perantauan bukan berarti kehilangan akar budaya dan identitas bangsa.
Edukasi Tulis di SIKL Klang
Sementara itu, di SIKL Klang, kegiatan difokuskan pada penguatan literasi tulis. Sebanyak 12 siswa kelas VI (3 laki-laki dan 9 perempuan) diajak membedah tradisi keagamaan yang mereka jalani sehari-hari melalui metode peta pikiran (mind mapping).
Hasil pemetaan itu kemudian diubah menjadi narasi tulisan dengan tema-tema khas budaya Islam Nusantara seperti Maulid Nabi, Khitan, Puasa Ramadan, Idulfitri, dan Idulkurban.
Pendekatan ini membuat siswa berpikir konseptual sekaligus reflektif—mengolah pengalaman menjadi pemahaman. Seolah mereka sedang menulis “jurnalisme diri” yang memverifikasi sejauh mana nilai rahmatan lil alamin tertanam dalam praktik keagamaan mereka.
Apresiasi dari Kepala SIKL dan KBRI
Kepala Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, Friny Napasti, M.Pd., memberikan apresiasi tinggi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai, tingkat literasi anak-anak Indonesia di Malaysia masih perlu diperkuat agar sejalan dengan kebutuhan zaman dan nilai kebangsaan.
“Anak-anak perlu diperkenalkan pada literasi yang menarik dan kontekstual, seperti tema Islam Nusantara dan budaya Indonesia,” ujarnya.
Menurut Friny, kegiatan semacam ini sangat bermanfaat karena memperkaya wawasan siswa tentang akar tradisi dan keislaman yang moderat.
Apresiasi juga datang dari pihak KBRI Kuala Lumpur. Shohehuddin, M.Ed., staf KBRI sekaligus pengajar di SIKL, berharap karya tulis hasil PkM ini dapat dibukukan menjadi antologi cerita Islam Nusantara karya siswa.
“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini dan berharap dapat terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya,” ungkapnya.
Komitmen UIN Madura untuk Dakwah Ilmiah Internasional
Rektor UIN Madura, Dr. Saiful Hadi, M.Pd., menambahkan bahwa kegiatan PkM internasional ini menjadi bukti nyata komitmen kampus dalam memperluas kontribusi pendidikan Islam hingga ke luar negeri.
“Pengabdian internasional ini merupakan bagian dari dakwah ilmiah UIN Madura yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia di luar negeri,” tandasnya.
Investasi Moderasi untuk Generasi Migran
Kegiatan PkM UIN Madura di dua lokasi tersebut menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam menjangkau anak-anak bangsa di luar negeri. Program ini menjadi investasi jangka panjang bagi penguatan moderasi beragama dan identitas kebangsaan, agar generasi muda Indonesia di perantauan tetap tumbuh sebagai muslim yang moderat, berilmu, dan berkarakter Nusantara.






