KABAR MADURA | Universitas Bahaudin Mudhary atau UNIBA Madura kembali menunjukkan komitmennya sebagai kampus yang adaptif dan inovatif melalui kegiatan Launching Ceremony Innovative Collaborative Project (ICP). Program tersebut hasil kerja sama dengan PT BPRS Bhakti Sumekar, Jumat (27/2/2026).
Kegiatan yang digelar di Aula Pesantren UNIBA Madura tersebut ditandai dengan serah terima 100 stan toko yang akan melibatkan 1.000 mahasiswa dalam program kolaboratif berbasis kewirausahaan dan pemberdayaan ekonomi.
Rektor Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura, Prof. Rachmad Hidayat, dinilai berhasil membawa kampus ini semakin progresif dan responsif terhadap kebutuhan zaman.
Di bawah kepemimpinannya, UNIBA Madura tidak hanya fokus pada penguatan akademik, tetapi juga membangun ekosistem kolaborasi nyata antara perguruan tinggi dan dunia industri.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Rachmad Hidayat menegaskan bahwa proyek kolaboratif ini merupakan wujud implementasi kampus berdampak.
Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya dibekali teori, tetapi harus diberikan ruang praktik dan pengalaman langsung di lapangan.
“Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan mahasiswa sekaligus mendorong kemandirian ekonomi generasi muda,” ujarnya.
Kerja sama dengan PT. BPRS Bhakti Sumekar menjadi bukti nyata sinergi antara institusi pendidikan dan lembaga keuangan syariah daerah. Program 100 stan toko ini diharapkan mampu menjadi wadah pembelajaran bisnis berbasis praktik, sekaligus menguatkan peran mahasiswa sebagai agen perubahan ekonomi lokal.
Sekadar diketahui, acara launching berlangsung meriah dan penuh semangat. Kehadiran berbagai pihak, mulai dari civitas akademika, mahasiswa, hingga mitra perbankan, menunjukkan dukungan luas terhadap langkah inovatif yang digagas UNIBA Madura. (ara/waw)





