KABAR MADURA | Wakil Bupati (Wabup) Sampang Ahmad Mahfudz menilai bahwa tantangan utama yang dihadapi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) terletak pada keterbatasan modal usaha dan sumber daya manusia (SDM) pengelola. Dua faktor itu dinilai sangat krusial untuk mendapat perhatian serius.
Menurut Mahfudz, program KDMP sejatinya dirancang untuk memperkuat ekonomi desa melalui akses pembiayaan dan pengembangan usaha masyarakat. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan berbagai kendala teknis di lapangan.
“Seperti usaha yang lain, masalah modal dan kemampuan SDM jadi tantangan dalam mengelola koperasi,” ujarnya, Senin (10/11/2025).
Wabup Mahfudz menyebut, ada beberapa KDMP hingga saat ini masih menunggu petunjuk teknis detail dari pemerintah pusat perihal mekanisme usaha dan program pengembangan pasar.
“KDMP tidak hanya ditargetkan sebagai koperasi simpan pinjam, tetapi juga diarahkan untuk mengelola dan mengembangkan produk desa,” tegasnya.
Dia juga menambahkan, kehadiran Project Management Officer (PMO) selaku pendamping tingkat kabupaten, dan Bussiness Assistant (BA) sebagai pendamping di tingkat kecamatan adalah faktor penting untuk memastikan KDMP berjalan sesuai pedoman.
“Dengan adanya dukungan dari PMO dan BA serta dukungan dari Diskopindag, kita optimis tantangan dapat teratasi,” ungkapnya.
Sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mensukseskan program nasional tersebut, Pemkab Sampang saat ini fokus dalam merawat komunikasi para pihak dengan tujuan proses pembinaan usaha dan kelayakan KDMP dapat berjalan optimal.
“Pemkab Sampang saat ini fokus dalam penguatan komunikasi antara pemerintahan desa, DPMD, Diskopindag, dan pendamping,” pungkasnya. (yan/zul)





