Warga Keluhkan Genangan Air di Jalan Soekarno Hatta Bangkalan, DPUPR Soroti Kebiasaan Buruk Masyarakat

Berita93 views

KABAR MADURA | Genangan air dengan ketinggian cukup signifikan kembali terjadi di ruas Jalan Soekarno Hatta, Bangkalan, tepatnya di kawasan Pengadilan Negeri (PN) hingga jalan depan Stadion Gelora Bangkalan (SGB), Rabu malam (4/1/2026). Genangan muncul usai hujan mengguyur wilayah itu selama lebih dari satu jam, sejak sekitar pukul 18.26 WIB.

Kondisi itu membuat pengendara yang melintas harus ekstra berhati-hati. Selain air yang menggenang cukup tinggi, permukaan jalan yang bergelombang dan berlubang semakin meningkatkan risiko kecelakaan.

Menurut Asrul, warga sekitar, genangan air di lokasi tersebut bukanlah kejadian baru. Dia menyebut, ruas jalan itu hampir selalu terendam meski hujan yang turun tidak terlalu deras.

Kata Arul, sejak menetap di Kota Bangkalan sekitar dua tahun lalu, kondisi serupa terus berulang tanpa adanya perbaikan berarti. Pemerintah setempat terkesan membiarkan persoalan itu berlarut-larut.

Baca Juga:  Picu Kecelakaan, Sopir Truk Penumpah Solar Diamankan Polres Bangkalan

Asrul menilai, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Bangkalan seharusnya sudah melakukan perbaikan sejak lama, mengingat mestinya tersedia anggaran untuk perawatan maupun perbaikan drainase.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

“Selama ini DPUPR kemana?, kan seperti itu. Masak mereka tidak pernah menganggarkan untuk perawatan drainase, seharusnya disediakan agar masalah seperti ini tidak berlarut-larut,” tegas Asrul.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bangkalan Mardiansyah mengungkapkan, drainase di kawasan itu memang sudah lama tidak direvitalisasi. Bahkan, saluran air yang ada disebut telah berusia sekitar 15 tahun dengan kapasitas yang terbilang sempit.

Baca Juga:  UMKM Bangkalan Terhimpit Kenaikan Harga Plastik, Keluhkan Biaya Produksi Meningkat

“Drainase memang sempit dan itu tidak sejalan dengan curah hujan yang terus meningkat, sehingga aliran air tidak berjalan normal,” tuturnya.

Dia menambahkan, kondisi itu juga diperparah oleh kebiasaan buruk sebagian masyarakat yang membuang sampah sembarangan ke selokan.

“Drainase kadang sampai tersumbat akibat sampah, dan hari ini sedimentasi sungai Kepang di kota juga semakin dangkal, sekarang hanya setengah meter,” ungkapnya.

Sejatinya, lanjut Mardiansyah, pihaknya berencana melakukan revitalisasi drainase pada tahun ini. Namun, upaya itu belum dapat dilakukan secara menyeluruh karena keterbatasan anggaran. (km95/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *