Waspada! Enam Bulan, 828 Warga Sampang Terinfeksi TBC

News, Kesehatan65 views

KABAR MADURA | Terhitung sejak bulan Januari hingga Juli 2025, Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Sampang temukan sebanyak 828 warga yang mengidap tuberkulosis (TBC) yang tersebar di berbagai wilayah di Bumi Bahari.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes KB Sampang dr. Dwi Herlinda Lusi Harini melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Samsul Hidayat mengatakan, selama semester I tahun anggaran berjalan, jumlah penderita TBC tergolong sangat tinggi, mencapai ratusan orang.

Kendati demikian, pihaknya mengklaim bahwa proses pengobatan terhadap penderita TBC itu sudah mencapai 88,6 persen.

“Kami sudah merampungkan pendataan penyakit TBC pada semester I tahun 2025. Jumlah penderita TBC sebanyak 828 orang, terhitung dari bulan Januari hingga Juli,” ungkap Syamsul, Minggu (10/8/2025).

Baca Juga:  Progres Pembangunan SR Jatim di Sampang Tembus 33,359 Persen 

Menurutnya, Dinkes KB melalui tim kesehatan sudah melakukan upaya pengobatan hingga pasien sembuh. Dari sebanyak 828 orang penderita TBC itu, sudah sekitar 88 persen dinyatakan berhasil diobati.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Syamsul menjelaskan, tingginya jumlah penderita TBC tersebut, salah satu pemicunya karena tingginya mobilitas warga Sampang, kurangnya tingkat kesadaran dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan baik dan pola makan yang kurang sehat.

“Siapa saja bisa terserang TBC, mulai anak-anak sampai dewasa tergolong rentan. Manakala mengalami batuk lebih dari dua pekan, kami sarankan segera mendatangi puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan pengobatan,” bebernya.

Baca Juga:  Bank Sampang Raih Penghargaan Top BUMD Awards 2026 BPRS Bintang 5

Menanggapi hal itu, salah seorang sarjana kesehatan Moh. Fata (30) mengatakan bahwa TBC merupakan salah satu penyakit menular. Dirinya meminta agar pihak Dinkes KB untuk lebih intens dan proaktif dalam mengedukasi masyarakat.

Menurut Fata, penyakit TBC merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri mycobacterium tuberculosis. Untuk itu, upaya penanganan atau pengobatannya jangan sampai telat.

“Tingginya kasus TBC ini harus menjadi atensi dinas terkait, upaya menyadarkan masyarakat akan bahayanya penyakit ini harus terus ditingkatkan,” tukasnya. (sub/din)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *