KABAR MADURA | Terhitung sejak bulan Januari hingga Juli 2025, Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Sampang temukan sebanyak 828 warga yang mengidap tuberkulosis (TBC) yang tersebar di berbagai wilayah di Bumi Bahari.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes KB Sampang dr. Dwi Herlinda Lusi Harini melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Samsul Hidayat mengatakan, selama semester I tahun anggaran berjalan, jumlah penderita TBC tergolong sangat tinggi, mencapai ratusan orang.
Kendati demikian, pihaknya mengklaim bahwa proses pengobatan terhadap penderita TBC itu sudah mencapai 88,6 persen.
“Kami sudah merampungkan pendataan penyakit TBC pada semester I tahun 2025. Jumlah penderita TBC sebanyak 828 orang, terhitung dari bulan Januari hingga Juli,” ungkap Syamsul, Minggu (10/8/2025).
Menurutnya, Dinkes KB melalui tim kesehatan sudah melakukan upaya pengobatan hingga pasien sembuh. Dari sebanyak 828 orang penderita TBC itu, sudah sekitar 88 persen dinyatakan berhasil diobati.
Syamsul menjelaskan, tingginya jumlah penderita TBC tersebut, salah satu pemicunya karena tingginya mobilitas warga Sampang, kurangnya tingkat kesadaran dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan baik dan pola makan yang kurang sehat.
“Siapa saja bisa terserang TBC, mulai anak-anak sampai dewasa tergolong rentan. Manakala mengalami batuk lebih dari dua pekan, kami sarankan segera mendatangi puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan pengobatan,” bebernya.
Menanggapi hal itu, salah seorang sarjana kesehatan Moh. Fata (30) mengatakan bahwa TBC merupakan salah satu penyakit menular. Dirinya meminta agar pihak Dinkes KB untuk lebih intens dan proaktif dalam mengedukasi masyarakat.
Menurut Fata, penyakit TBC merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri mycobacterium tuberculosis. Untuk itu, upaya penanganan atau pengobatannya jangan sampai telat.
“Tingginya kasus TBC ini harus menjadi atensi dinas terkait, upaya menyadarkan masyarakat akan bahayanya penyakit ini harus terus ditingkatkan,” tukasnya. (sub/din)





