KABAR MADURA | Masyarakat Sampang menyatakan kurang puas terhadap kinerja pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Sampang Slamet Junaidi-Ahmad Mahfudz pada awal kepemimpinannya.
Hal ini tercermin dari hasil survei yang dilakukan Academic & Social Studies (Access) terkait 100 hari kinerja Bupati Sampang Slamet Junaidi dan Wakil Bupati Ahmad Mahfud yang menyatakan bahwa 32,7 persen masyarakat kurang puas.
“Penilaian masyarakat terhadap kinerja Bupati Slamet Junaidi dan Wakil Bupati Ahmad Mahfudz menunjukkan sebanyak 32,7 persen responden menyatakan kurang puas, 31,7 persen puas, 17,8 persen merasa sangat puas, 7,9 persen tidak puas, dan 9,9 persen sangat tidak puas,” kata Direktur Eksekutif Access Mashud, Rabu (25/6/2025)
Selain itu, Access mencatat enam isu yang perlu diperhatikan oleh pemerintahan H Idi dan Lora Mahfudz, di antaranya kondisi politik. Sebab, 31,7 persen responden menilai buruk. Kemudian pelaksanaan demokrasi, 33,7 persen responden menilai kurang puas.
“Kinerja bupati dan wakil bupati 32,7 persen responden menyatakan kurang puas. Infrastruktur pertanian, 34,7 persen responden kurang mendukung, fasilitas sekolah: 31,7 persen responden menyatakan kurang memadai. Kemudian, akses pendidikan,38,6 persen responden menyatakan kurang mendukung,” ungkapnya.
Mashud menjelaskan, dari hasil survei Access, permasalahan yang dianggap penting di Kabupaten Sampang untuk segera diselesaikan oleh pemerintah, yakni masalah pendidikan. Masalah kualitas pendidikan yang tertinggal, akses dan fasilitas, faktor ekonomi, dan nasib guru honorer serta guru ngaji, menandakan bahwa isu tersebut menjadi keluhan utama masyarakat.
Selain itu, isu seperti jalan desa, infrastruktur, ekonomi, dan kemiskinan, menggambarkan perhatian warga terhadap pemerataan pembangunan dan kesejahteraan.
“Isu lain seperti kesehatan, sampah, akses, dan bupati turut muncul dalam ukuran yang cukup mencolok, menunjukkan harapan masyarakat terhadap peningkatan pelayanan dasar dan kepemimpinan yang lebih responsif,” ungkapnya. (km91/din)





