Bupati Hadiri Porprov Jatim 2025, Cabor Binaan Kadisbudporapar Sumenep Gagal Total

Berita, Olahraga669 views

KABAR MADURA | Kehadiran Bupati Sumenep di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur tahun 2025 tidak mampu mengangkat prestasi cabang olahraga (cabor) yang dibina langsung oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, yakni cabor badminton.

Ketua Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Sumenep Mohammad Iksan mengakui timnya tidak mampu memberikan hasil maksimal, meski persiapan sudah dilakukan sejak Desember 2024.

“Kami gugur di nomor beregu, hanya mampu tembus 8 besar di perorangan. Ini menjadi bahan evaluasi penting ke depan,” ujar Iksan, Senin (30/6/2025).

Dia menambahkan, evaluasi menyeluruh harus dilakukan. Menurutnya, pembinaan atlet tidak bisa hanya mengandalkan pelatih dan organisasi cabor saja.

“Harus ada peran serta orang tua, sekolah, dan tentu dukungan dari pemerintah. Kalau tidak, ya sulit bersaing,” ujarnya.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Padahal, sebelumnya PBSI Sumenep telah menyiapkan 12 atlet yang terdiri dari 6 putra dan 6 putri sebagai bentuk antisipasi jika terjadi cedera atau hal tak terduga lainnya. Bahkan latihan rutin digelar setiap akhir pekan demi memaksimalkan kesiapan atlet.

Meski memang sebelumnya, 12 atlet yang dikirim memang diragukan dan mendapat sorotan dan menilai PBSI Sumenep jauh dari sportivitas dalam dunia olahraga di Sumenep dengan kurang bijak dalam menunjuk atlet.

Dugaan itu menguat, karena pada proses pemanggilan atlet bulutangkis untuk seleksi pemusatan latihan atlet yang akan diikutsertakan di ajang Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) tahun 2025 yang dipilih anak ketua PBSI sendiri.

Padahal, terdapat talenta yang dinilai lebih baik. Bahkan atlet yang tidak dipanggil itu juara satu tunggal putra pada Kejurkab Bupati Cup tahun 2024 asal klub PB Arjasa, yaitu Noval.

Salah seorang pelatih atlet bulutangkis klub Persatuan Bulutangkis (PB) Arjasa, Moh Samsul Jamali mengaku kecewa terhadap kondisi tersebut. Apalagi, tidak ada pemberitahuan sama sekali kepada klub-klub.

Terhadap kondisi tersebut, ia menilai bahwa proses tersebut tidak transparan dan bahkan janggal. Hingga hal itu tidak profesional.

“Tidak ada surat edaran, juga tidak ada pemberitahuan ke klub-klub untuk seleksi Porprov 2025,” katanya.

Menanggapi kondisi itu, Wakil Ketua KNPI Sumenep Bidang Pemuda dan Olahraga Ahmad Wasil menyayangkan sikap tidak sportif PBSI. Dia menilai, tindakan tersebut dinilai sportivitas. Dijelaskan, tindakan yang dilakukan pihak PBSI bisa mematahkan semangat dan mental pemuda Sumenep untuk mengharumkan kabupaten tercintanya.

“Jika benar dugaan itu, yakni adanya tengarai praktik kolusi dan nepotisme, ini akan mematahkan semangat generasi muda di dunia olahraga,” paparnya. (ara/waw)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar